Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
20 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
17 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
17 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
13 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
13 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
12 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Badminton

DPD RI Tindak Lanjuti Sengketa Aset Gedung Cawang Kencana, Gafar Usman: Kita Akan Cari Solusianya

DPD RI Tindak Lanjuti Sengketa Aset Gedung Cawang Kencana, Gafar Usman: Kita Akan Cari Solusianya
Senator asal Riau, Abdul Ghafar Usman. (net)
Rabu, 16 Maret 2016 17:30 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Menindaklanjuti sengketa aset gedung cawang kencana yang disampaikan oleh Yayasan Citra Handadari Utama (YCHU), Badan Akuntabilitas Publik ( BAP ) DPD RI mengadakan Rapat Dengar Pendapat dengan Kementerian Sosial dan Kementerian Keuangan juga perwakilan YCHU di ruang rapat Komite I DPD RI, Gedung B, Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (14/03/2016) yang lalu.

Pada rapat tersebut Perwakilan Kementerian Sosial, Zainudin Kapitan Hitu menyatakan bahwa izin pengelolaan gedung Cawang Kencana diberikan kepada YDBKS sebelum berubah menjadi YCHU dan Kemensos tidak mengetahui perubahan YDBKS ke YCHU.

Menteri Sosial RI tidak pernah memberi izin ke YCHU,melainkan diberikan ke YDBKS. Selain itu Menteri Sosial juga tidak mengetahui mengenai balik nama YDBKS menjadi YCHU," ucapnya.

Hal tersebut secara terbuka dibantah oleh Lukmanul Hakim selaku Perwakilan YCHU.

"Keliru jika perubahan YDBKS ke YCHU tidak diketahui Menteri Sosial,kami punya dokumennya dan semua orang tahu antara YDBKS dengan Kemensos adalah satu kesatuan," bantahnya.

Menanggapi hal tersebut,Andi Surya,Senator Lampung mengatakan, YCHU memiliki hak yang legal karena diketahui oleh Kemensos. "Jika YCHU diketahui oleh Menteri Sosial, artinya YCHU punya hak karena legal dan punya hak karena diketahui oleh Kemensos.Untuk itu mohon bukti bukti otentik agar dapat disampaikan kepada kami," tukas Surya.

Ketua BAP sekaligus Pimpinan Rapat, Abdul Gafar Usman saat menutup pertemuan tersebut juga menyampaikan, bahwa hasil klarifikasi ini akan ditindaklanjuti lagi untuk mencari solusi terbaik.

"Kami sudah mendapat klarifikasi dari pihak - pihak terkait dan hal ini akan kami bahas lagi dengan tim untuk mencari solusi terbaik,"Pungkasnya. (**/dnl)

wwwwww