Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
23 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
2
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
5 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
3
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
23 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
4
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
23 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
5
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
23 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
6
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
24 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Home  /  Berita  /  Badminton

Cerita Pahit Petani Aceh Besar Menanam Ganja

Cerita Pahit Petani Aceh Besar Menanam Ganja
Ilustrasi
Sabtu, 02 April 2016 10:25 WIB

ACEH BESAR - Seorang petani asal Kemukiman Lamteuba, Kecamatan Seulimeum, Aceh Besar, Fauzan mengaku menanam ganja tidak membuat dirinya kaya. Malah kesengsaraan didapatkannya selama mengerjakan perbuata terlarang tersebut.

"Semula saya pikir tanam ganja bisa kaya. Tapi, kenyataannya tanam ganja tidak membuat kaya. Yang ada malah dicari-cari aparat," kata Fauzan di Lamteuba, Aceh Besar, dilansir Antara, Jumat 1 April 2016.

Pernyataan tersebut diungkapkan Fauzan di hadapan Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti. Kapolri berada di Lamteuba dalam rangka memimpin operasi pemusnahan ladang ganja.

Fauzan menuturkan, dirinya bersama sejumlah rekan lainnya menjadi petani ganja karena disuruh oleh seorang "toke". Namun, ia tidak tahu siapa "toke" dan alamatnya.

"Saat itu tahun 2001. Kami disuruh tanam ganja oleh 'toke'. Luas ladang sekitar 500 meter persegi. Setelah tanam ganja, ladangnya dibiarkan. Kami kembali ketika panen," kata Fauzan.

Namun, sebut dia, selama menanam ganja, dirinya tidak tenang. Ia dan sejumlah petani lainnya dikejar dan dicari-cari aparat keamanan. Hingga akhirnya ia mengalihkan dari menanam ganja ke tanaman bernilai ekonomi lainnya.

"Semula berharap kaya, malah hidup tidak tenang. Jadi, menanam ganja itu tidak tenang. Kini, saya menanam kakao dan tanaman palawija lainnya," kata Fauzan.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti mengajak petani Aceh yang selama ini menanam ganja mengalihkan pola menanam ke palawija dan tanaman bernilai ekonomis lainnya.

"Menanam ganja tidak pernah kaya. Yang kaya adalah sindikatnya. Petani yang sudah sadar agar bisa mengingatkan rekan maupun kerabatnya tidak terjerumus menanam ganja," kata Kapolri.

Jenderal berbintang empat itu juga mengajak pemerintah daerah untuk aktif membina petani, sehingga mereka tidak terjerumus dengan menanam ganja, tapi mengalihkan ke tanaman hortikultura maupun palawija.

"Aceh tanahnya subur. Apapun yang ditanam bisa tumbuh, termasuk ganja. Namun, kalau petani tidak dibina, tentu mereka akan tetap menanam tanaman terlarang ini," kata Badrodin Haiti.

Editor:Mustafa Kamal Usandi
Sumber:liputan6.com
Kategori:Aceh, Badminton, PON
wwwwww