Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
14 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
3
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
11 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
4
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
9 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
5
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
19 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
6
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
8 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta
Sidang Paripurna ke-10 DPD RI, Ricuh

Benny Rhamdani: Kami Malu Anggaran Besar Tapi Tak Bisa Dinikmati Masyarakat

Benny Rhamdani: Kami Malu Anggaran Besar Tapi Tak Bisa Dinikmati Masyarakat
Inisiator pengguliran Mosi Tidak Percaya kepada Pimpinan DPD RI, Benny Rhamdani. (Legislatif.co)
Senin, 11 April 2016 18:41 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Senator asal Sulut Benny Rhamdani mengaku kecewa selama ini beberapa anggota DPD tidak pernah dilibatkan dalam setiap mengambil keputusan.

Padahal menurutnya Anggaran DPD sangat besar, ia dan sejumlah anggota DPD mengaku malu karena selama ini banyak kegiatan yang tak jelas dan terkesan menghambur-hamburkan uang rakyat.

"Bisa dibayangkan, dengan anggaran besar masyarakat tidak pernah menikmati, kami malu. Okelah mungkin kalau reses memang dianggarkan dan diharapkan bisa menghasilkan sesuatu untuk masyarakat, tapi kalau kunjungan kerja yang sifatnya hanya pencitraan pribadi dan selalau menggunakan anggaran rakyat, kemana urat malu kita," kata Benny disela-sela Sidang Paripurna DPD RI, Senin (11/04/2016).

Hal ini jugalah yang selama ini ia suarakan di DPD, namun ada sebagian atau segelintir oknum DPD yang bahkan menuduh dirinya dengan kawan-kawan akan mengkudeta Pimpinan DPD.

"Kami tidak haus kekuasaan, kami hanya ingin dilibatkan dalam segala hal yang berhubungan dengan masyarakat. Kedua kami ingin pemimpin DPD bukan orang yang selalu membuat kebohongan-kebohongan publik," tukasnya.

Jadi menurutnya, Faruk Muhammad dan Irman Gusman, posisi nya saat ini benar-benar sudah kehilangan legitimasi dan dianggap tidak pantas duduk di Pimpinan DPD RI.

"Jadi pada intinya kami tetap akan menggulirkan perlawanan dengan mosi tidak percaya kepada mereka, karena mereka berdua tidak mengedapkan sikap kenegarawan, dan kericuhan yang seharusnya tidak dipertontonkan kepada masyarakat, ini juga akibat perilaku dari pimpinan yang tak patut di teladani. Kita hanya termotivasi untuk memperbaiki sistem, bukan untuk mengejar jabatan," pungkasnya. ***

wwwwww