Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
16 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
15 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
15 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
4
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Umum
16 jam yang lalu
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
5
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
23 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
6
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
21 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Home  /  Berita  /  Badminton

Produktivitas Rendah, 40 Persen Lahan Sawit di Sumbar Perlu Peremajaan

Produktivitas Rendah, 40 Persen Lahan Sawit di Sumbar Perlu Peremajaan
Senin, 18 April 2016 16:45 WIB
PADANG - Pemerintah Provinsi Sumatra Barat menyatakan sebanyak 40% atau sekitar 156.152 hektare (Ha) lahan sawit di daerah itu sudah harus diremajakan untuk mengejar peningkatan produksi CPO.

Kepala Dinas Perkebunan Sumbar Fajaruddin menyebutkan dari total 390.380 Ha lahan sawit milik masyarakat dan perusahaan di daerah itu, sebanyak 40% atau 156.152 Ha sudah harus diremajakan.

“40% dari lahan sawit yang ada di Sumbar perlu peremajaan, karena sudah berusia tua dan hasil produksi tidak lagi optimal,” katanya kepada Bisnis.com, akhir pekan lalu.

Dia mengatakan produksi cruid palm oil (CPO) atau minyak sawit di daerah itu hanya berkisar 1,15 juta ton per tahun dari luas lahan yang ada.

Fajaruddin mengungkapkan sebagian besar sawit yang perlu replanting atau penanaman kembali itu, merupakan sawit tua yang ditanam di tahun 1980 an, sisanya adalah sawit masyarakat yang ditanam tidak menggunakan varietas unggul, sehingga menyebabkan produktivitas sawit rendah.

Selain itu, karena lemahnya pemeliharaan kebun, dan penerapan praktik pertanian yang belum dilakukan secara optimal membuat produksi juga tidak maksimal.

Adapun, lokasi perkebunan kepala sawit di Sumbar berada di Kabupaten Pasaman Barat, Pesisir Selatan, Solok Selatan, Dharmasraya, dan Sijunjung.

Dia meminta pemerintah pusat membantu proses peremajaan, karena memerlukan anggaran besar. Termasuk kemungkinan menggunakan skema pinjaman lunak kepada petani untuk peremajaan kebun. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:bisnis.com
Kategori:Ekonomi, Badminton, Sumatera Barat
wwwwww