Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
12 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
12 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
17 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
12 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
12 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  PON

Dipakai Masyarakat, PT Naga Mas Palm Oil Lestari Hanya Hasilkan Limbah B3 Jenis Spent Bleaching Earth

Dipakai Masyarakat, PT Naga Mas Palm Oil Lestari Hanya Hasilkan Limbah B3 Jenis Spent Bleaching Earth
Limbah B3 jenis spent bleaching earth yang digunakan oleh masyarakat di Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, Riau, sebagai tanah timbun.
Selasa, 19 April 2016 15:40 WIB
Penulis: Eric
DUMAI - Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) jenis spent bleaching earth, merupakan limbah yang dihasilkan PT Naga Mas Palm Oil Lestari. Limbah tersebut juga digunakan oleh masyarakat disejumlah keluarah yang ada di Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, Riau.

Informasi yang dirangkum GoRiau.com, limbah B3 jenis spent bleaching earth dihasilkan PT Naga Mas Palm Oil Lestari, sekitar 30 ton perharinya. Jumlah yang begitu besar tidak disia-siakan masyarakat. Masyarakat dibiarkan memakai limbah tersebut untuk tanah timbun. Akibatnya tanah Kota Dumai pun mulai tercemar limbah B3 kategori 2 (kurang berbahaya).

Sesuai Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 101 tahun 2014, limbah tersebut tidak boleh dipergunakan oleh masyarakat, sebelum diolah oleh peralatan khusus.

"Kami pakai untuk tanah timbun. Kami tahu itu limbah, tapi dampaknya kami tidak tahu," ulas Asryad warga Kecamatan Sungai Sembilan kepada GoRiau.com, Selasa (19/4/2016).

Ia menambahkan, tanah timbun ini banyak digunakan masyarakat Kota Dumai untuk menimbun pondasi rumah. Bahkan, di pekarangan rumah pun menggunakan limbah B3 jenis spent bleaching earth.

"Pihak perusahaan saat dimintai tanah bleaching (spent bleaching earth, red) diberikan begitu saja. Tanpa memberitahukan bagaimana dampaknya," jelasnya.

Jika terus dibiarkan, sampai kapan masyarakat Kota Dumai, harus hidup dengan lingkungan yang tercemar limbah B3.

Pihak PT Naga Mas Palm Oil Lestari, Daulai, saat dikonfirmasi GoRiau.com melalui telpon selulernya 081275900xxx, tak kunjung menjawab hingga berita ini diterbitkan.***

Kategori:PON
wwwwww