Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
12 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
11 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
17 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
11 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
12 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta
Jelang Hari Kartini

Kartini dan Perjuangan Perempuan di Masa Sekarang

Kartini dan Perjuangan Perempuan di Masa Sekarang
Ilustrasi Pejuang Kemerdekaan RI, RA Kartini (net)
Selasa, 19 April 2016 17:38 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Perempuan berjuang pada banyak zaman, pada masa yang selalu berbeda. Kartini berjuang untuk menolak poligami, berjuang untuk pendidikan perempuan, untuk keluar dari kekerasan tradisi dan peraturan yang membelenggu di masa kolonial Belanda. Kartini memberikan semangat juang pada perempuan di setiap zaman.

Di masa sekarang, banyak perempuan yang terus berjuang bagi rakyat, 9 perempuan Kendeng di Rembang, Jawa Tengah yang menolak pembangunan pabrik semen, 4 buruh perempuan yang menjadi korban kriminalisasi dan terancam dipenjara, Pekerja Rumah Tangga (PRT) yang menjadi korban kekerasan, perempuan yang melawan penggusuran, perempuan dengan beragam keyakinan dan perempuan Lesbian, Biseksual dan Transgender (LBT) yang dikekang kebebasan bersuara dan berekspresi serta sejumlah pejuang perempuan lain untuk lepas dari pelecehan, diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan.

Sejumlah kasus dan perjuangan perempuan ini menjadi bukti bahwa perempuan selalu melakukan sesuatu dan mewarisi semangat juang di zamannya.

Mereka berjuang dari pemerintah yang melakukan penggusuran, kriminalisasi, pelarangan berbicara dan pembuat peraturan yang tidak berpihak pada perempuan. Dan dari pengusaha yang melakukan kapitalisasi pada para perempuan buruh dan korban penggusuran. 

Menyoroti berbagai masalah perjuangan perempuan ini Komite Aksi Perempuan (KAP) akan mengadakan diskusi publik dengan tema “Kartini dan Perjuangan Perempuan di Masa Sekarang".

"Diskusi ini sekaligus untuk memetakan perjuangan para perempuan di masa sekarang. Diskusi Publik ini akan diadakan pada besok Rabu (20/04/2016) sekitar pukul 14.00 WiB di LBH Jakarta lantai 3, Jalan Diponegoro Jakarta Pusat," tutur Wulandari, salah satu tim panitia, kepada GoNews Group, Selasa (19/04/2016) di Jakarta.

Diskusi publik dengan tema: Kartini dan Perjuangan Perempuan di Masa Sekarang, akan mengundang beberapa narasumber seperti, Dian Septi (perempuan buruh Korban kriminalisasi), Muhayati (perempuan korban penggusuran), Anggun Pradesha (Aktivis HAM/LGBT, Korban kebebasan bersuara, berpendapat dan berekspresi), Helga Worotidjan (korban kekerasan), dan Mia Siscawati (Dosen Pusat Studi Gender UI dan peneliti di Sajogyo Institute).

Acara ini sendiri diprkarasai beberapa lembaga seperti, Kalyanamitra, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), Magenta, Sapa Indonesia, Cedaw Working Group Indonesia (CWGI), JALA PRT, Perempuan Mahardhika, Institute Perempuan, Arus Pelangi, Konde Institute, Federasi Buruh Lintas Pabrik (FBLP). ***

wwwwww