Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
10 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
3
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
4
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
9 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
5
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
9 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
9 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Badminton
Kisruh Pelantikan Bupati Rokan Hulu

Sempat Gagal, Suparman Kembali Dilantik Minggu Depan, Ini Syarat dari Mendagri

Sempat Gagal, Suparman Kembali Dilantik Minggu Depan, Ini Syarat dari Mendagri
Mendagri Tjahyo Kumolo saat keluar Gedung Bidakara bersama Plt Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman. (foto: GoRiau.com)
Rabu, 20 April 2016 12:46 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Pelantikan Bupati Rokan Hulu terpilih Suparman, Selasa (19/04/2016) kemarin sempat dibatalkan dengan adanya pemberitahuan telegram dari Mendagri Tjahjo Kumolo.

Namun Mendagri Tjahjo Kumolo kembali membuat pernyataan, jika Suparman akan kembali dilantik minggu depan. Namun pernyataan Mendagri ini tidak dijelaskan kapan hari dan tanggalnya.

"Pelantikan Kepala Daerah yang sempat batal akan kita ulang minggu depan," ujar Mendagri Tjahjo Kumolo kepada GoRiau.com (GoNews Group), Rabu (20/04/2016) di Gedung Bidakara Jakarta.

Namun kata Tjahjo, pelantikan tersebut juga ada syaratnya, Suparman bisa dilantik asal statusnya tidak ditahan pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam minggu ini.

"Kalau statusnya ditahan tidak jadi kita lantik, karena otomatis seperti yang terjadi di Kabupaten Simalungun Sumatera Utara, begitu ditahan kita batalkan," jelasnya lagi.

Ditanya apakah kemungkinan wakilnya yakni Sukiman bisa menggantikan posisi Suparman jika memang statusnya nanti ditahan KPK, Tjajo menjawab bisa dan sah. "Itu otomatis, kalau Suparman ditahan, Sukiman yang menjadi penggantinya," tukasnya. ***

wwwwww