Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
18 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
18 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
9 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
18 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
18 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
18 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Badminton

Sudah Triwulan Kedua, Ketua DPRD Inhil Minta Pemkab Segera Lantik Pjs Kades

Sudah Triwulan Kedua, Ketua DPRD Inhil Minta Pemkab Segera Lantik Pjs Kades
Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam.
Jum'at, 22 April 2016 13:50 WIB
Penulis: Rida Ayu Agustina
TEMBILAHAN- Sebanyak 47 desa di Inhil, Riau, masa jabatan Kades (Kepala Desa) sudah berakhir, sehingga untuk menjalankan roda pemerintahan sebelum dilaksanakannya Pilkades dibutuhkan Pjs Kades (Penjabat sementara).

Namun demikian, hingga saat ini, Pemkab melalui BPMPD (Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa) belum menunjuk Pjs Kades di 47 desa tersebut.

Melihat hal itu, Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam mendesak Pemkab agar segera menunjuk Pjs Kades, mengingat saat ini sudah memasuki triwulan kedua tahun anggaran 2016.

''Anggaran sudah masuk triwulan ke dua, jadi kita minta pemerintah secepatnya proses Kades yang memang masa jabaatannya sudah habis,'' ujar Dani, Kamis (21/4/2016).

Politisi PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) itu mengkhawatirkan, jika Pjs Kades tak kunjung ditunjuk, maka sistem pemerintahan desa akan berjalan lambat.

Terutama realisasi penggunaan dana DMIJ (Desa Maju Inhil Jaya) dan ADD (Alokasi Dana Desa) dari Pemerintah Pusat dan Provinsi juga akan terhambat.

''Jangan lambat-lambat lah, yang jelas serapan anggaran desa juga harus cepat berjalan, sehingga terlihat pembangunan di desa tersebut,'' tukas Dani M Nursalam. 

wwwwww