Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
14 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
2
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
20 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
3
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
15 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
4
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
17 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
5
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
15 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
6
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
13 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Home  /  Berita  /  Badminton

Majelis Hakim PN Kota Dumai Vonis Mati Terhadap 2 Terdakwa Sabu Jaringan International

Majelis Hakim PN Kota Dumai Vonis Mati Terhadap 2 Terdakwa Sabu Jaringan International
Hakim Ketua Majelis PN Kota Dumai menvonis hukuman mati terhadap Kartik salah satu terdakwa sabu jaringan International di PN Kota Dumai, Senin (25/4/2016).
Senin, 25 April 2016 16:20 WIB
Penulis: Eric
DUMAI - Terdakwa jaringan sabu international, Kartik dijatuhi vonis hukuman mati oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kota Dumai, Riau, Senin (25/4/2016) sekitar pukul 15.45 WIB. Terdakwa Kartik, terbukti melakukan kesalahan dalam penyelundupan sabu dari Negeri Jiran Malaysia ke Kota Dumai, Riau, Indonesia, dengan berat sabu 2,49 kilogram.

Hakim Ketua Majelis, Isnurul Syamsul Arif SH MH membacakan langsung dalam persidangan terbuka untuk umum. Saat pembacaan vonis mati terhadap Kartik, keluarga terdakwa hanya bisa mendengarkan saja, tanpa bisa berbuat apapun. Kartik dalam penyelundupan sabu sebesar 2,499 kilogram, berperan sebagai perantara.

Dimana sebelumnya Majelis Hakim PN Kota Dumai, juga telah menjatuhi vonis mati terhadap Ali Muttaqin.

Informasi yang dirangkum GoRiau.com, kasus ini merupakan pelimpahan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) ke Kejaksaan Agung dan diturunkan ke Kejaksaan Negeri Kota Dumai untuk penuntutan enam tersangka yang diamankan, yaitu Ali Muttaqin, Faisal Nur (pengantar), Kartik (perantara), Abu Kari (perantara), Faizal (pembantu penyelundupan) dan Ismail (pembantu penyelundupan).

Sementara pada hari yang sama, terdakwa Ismail divonis hukuman seumur hidup oleh Hakim Ketua Majelis, Isnurul Syamsul Arif SH MH, setelah persidangan vonis hukuman Kartik.

Berkas para terdakwa dilimpahkan ke Pihak Seksi Pidana Umum (Seksi Pidum) Kejari Dumai pada 26 November 2015. Keseluruhan ada enam terdakwa dalam perkara penyelundupan sabu seberat hampir 2,499 kilogram. Anggota jaringan internasional ini ditangkap oleh BNN pada Agustus 2015 silam di Jalan Klakap Tujuh, Kota Dumai, Riau.***

wwwwww