Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
10 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
3
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
10 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
15 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
9 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
10 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Badminton
Surel dari Negeri Paman Sam

Pria Muslim Pakistan, Zamir Hasan: Tidak Bisa Tidur Kalau Tetangganya Lapar

Pria Muslim Pakistan, Zamir Hasan: Tidak Bisa Tidur Kalau Tetangganya Lapar
Zamir Hasan dan Irawan Nugroho. (Ist)
Jum'at, 06 Mei 2016 13:31 WIB

NEW YORK - Lahir di India dan besar di Pakistan, Zamir Hassan hijrah ke New York tahun 1973 untuk belajar IT. Walaupun sukses sebagai tukang insinyur, Zamir memiliki kepedulian sosial yang sangat tinggi. Banyak gelandangan berkeliaran di sekitar rumahnya.

"Sebagai seorang Muslim, saya tidak bisa tidur kalau tetangga saya lapar," katanya sebagaimana dalam surat elektronik Irawan Nugroho dari AS, Jumat (6/5/2016).

Tahun 2000 Zamir menggerakan saudara-saudara Muslimnya untuk membuka dapur umum, memberi makan para tuna wisma ini.

Program Muslim Against Hunger ini kemudian mendatangi para tuna wisma yang tinggal di berbagai sudut kota dengan mobil-mobil van, tidak peduli apa agama mereka.

Misi ini kemudian tidak hanya fokus pada memberi makan, tapi mengajak orang untuk terlibat dalam kegiatan sosial yang lebih luas. (***)

Editor:Calva
Kategori:PON, Badminton
wwwwww