Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
11 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
18 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
3
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
10 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
16 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
10 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
11 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Badminton

Disampaikan Langsung kepada Menpar Arief Yahya, Sumbar Ditetapkan Menjadi Destinasi Wisata Halal Dunia

Disampaikan Langsung kepada Menpar Arief Yahya, Sumbar Ditetapkan Menjadi Destinasi Wisata Halal Dunia
Menpar Arief Yahya ketika diwawancari wartawan di Padang.
Jum'at, 13 Mei 2016 12:48 WIB

PADANG - Seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota menyepakati menjadikan Sumatera Barat sebagai destinasi wisata halal, seperti yang telah dilakukan Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Aceh. Penetapan ini dilakukan, terkait penetapan positioning sesuai karakter wisatawan yang berkunjung sebelum mengembangkan pariwisata di daerah. 

Hal ini ditetapkan dan disampaikan langsung kepada Menparekraf Arief Yahya yang berkunjung ke Sumbar, Kamis (12/5/2015) dalam Rakor Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dengan Kabupaten/Kota se Sumatera Barat tentang "Pariwisata Potensi Ekonomi Sumatera Barat Masa Depan"

Sebelumnya, Gubernur Sumata Barat Irwan Prayitno, melaporkan kepada Menteri Pariwisata saat ini terdapat perbedaan dalam pengembangan Pariwisata di Sumatera Barat, perbedaannya ialah saat ini kita memiliki Gerakan dalam pengembangan pariwisata berbeda dengan dahulu. Sehingga kita dapat mengatasi dan memberikan solusi jika terdapat masalah di tempat destinasi wisata. Contohnya jika ada terjadi "pakuak" harga makanan di lokasi maka dapat dilaporkan langsung ke nomor hotline pengaduan dan tim kita akan langsung menindaklanjutinya. Dan jika ada laporan Gubernur dapat langsung meminta Bupati/Walikota untuk menyelesaikan laporan tersebut.

“Kami pemerintah Sumatera Barat terus menggenjot pariwisata karena kami meyakini pariwisata dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambah Irwan Prayitno.

Kepada Bupati/Walikota harap meningkatkan anggaran sektor Pariwisata, menetapkan target pariwisata, meningkatkan kualitas dan mengembangkan ciri khas destinasi pariwisata agar ada perbedaan disetiap destinasi wisata, serta promosikan pariwisata daerah, ucap Gubernur Sumatera Barat.

Selain itu, untuk melihat kesiapan disetiap Kabupaten/Kota nantinya aka ada tim dari Pemerintah Provinsi untuk meninjau langsung ke lapangan, untuk itu harap dipersiapkan destinasi masing-masing daerah, tambah Irwan Prayitno.

Dukungan Kementerian Pariwisata untuk Sumatera Barat tahun 2016 ini mencapai 8.070.260.000, dengan rincian; Dana Alokasi Khusus (Pengembangan paket wisata terintegrasi Kab. Pesisir Selatan) 1.362.590.000, TIC, Kawasan Parkir, Pusat Cenderamata serta Medan Nan Balinduang Kab. Tanah Datar 1.007.670.000, Sosialisasi Pengembangan Sistem Sadar Wisata dan Peningkatan Kapasitas Usaha Masyarakat di 19 Kab/Kota 2.100.000.000, Penyusunan Rencana Detail KSPN Siberut dskt, KSPN. Bukittinggi dskt, KSPN. Singkarak dskt, KSPN. Maninjau dskt 3.600.000.000.

Menteri Pariwisata Republik Indonesia Arief Yahya mengatakan pariwisata merupakan sektor termudah dan termurah untuk meningkatkan devisa.

Arief Yahya berharap agar Sumatera Barat menetapkan posisi destinasi contohnya Provinsi Aceh dan Provinsi NTB telah menetapkan sebagai halal destination tourism. Selain itu juga mesti menetapkan destinasi prioritas, seperti Sumatera Utara dengan Wisata Danau Toba. (rilis)

Editor:Calva
Kategori:Ekonomi, Badminton, Sumatera Barat
wwwwww