Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
10 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
3
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
15 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
4
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
9 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
5
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
9 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
10 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Badminton
Temuan Anggaran Fiktif Kunker DPR

Jumlah Laporan Kunker Anggota Dewan Terus Bertambah, BPK Diminta Laporkan Hasil Temuanya ke Setjen DPR

Jumlah Laporan Kunker Anggota Dewan Terus Bertambah, BPK Diminta Laporkan Hasil Temuanya ke Setjen DPR
Ilustrasi Sidang DPR. (istimewa)
Jum'at, 13 Mei 2016 14:05 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Sekretariat Jendera DPR membantah pemberitaan yang mengatakan pihaknya pernah mengirim surat kepada fraksi-fraksi di DPR terkait dengan proses pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) TA 2015 di Setjen DPR termasuk di dalamnya kegiatan kunjungan kerja anggota DPR dalam rangka penyerapan aspirasi masyarakat.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Biro Pemberitaan Parlemen Setjen DPR, Suratna dalam siaran pers yang disebarluaskanya, Jumat (13/5).

Suratna menjelaskan, apa yang disebut dengan kerugian negara dalam pemberitaan media, sejatinya belum merupakan kerugian negara, namun lebih kepada dugaan potensi yang belum dapat diyakini kebenarannya karena belum semua anggota DPR menyampaikan laporan kegiatan sebagai bukti riil sebagaimana dinyatakan oleh BPK.

"Perlu ditegaskan di sini sesuai dengan Pasal 211 ayat (6) Peraturan DPR tentang Tata Tertib menyatakan bahwa laporan kunjungan kerja anggota disampaikan oleh anggota kepada fraksinya masing-masing. Sebelum adanya pemeriksaan BPK telah banyak anggota yang menyampaikan laporan kunjungan kerja ke fraksinya," ungkapnya.

Suratna menambahkan, saat ini Setjen DPR terus menghimpun laporan kunker anggota DPR dan menyerahkan laporan kunker tersebut kepada BPK.

"Jumlah laporan kunker tersebut yang disampaikan kepada BPK dari hari ke hari terus bertambah," tukas dia.Sebelumnya ramai diberitakan, BPK menemukan ada kunjungan kerja (kunker) fiktif yang dilakukan anggota DPR dengan jumlah fantastis, Rp945 miliar. ***d

wwwwww