Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
12 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
12 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
17 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
11 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
12 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Badminton

Rakor dengan Menpar Arief Yahya, Bupati dan Walikota di Sumbar Berebut Tawarkan Daerahnya Jadi Ikon Pariwisata Sumbar

Rakor dengan Menpar Arief Yahya, Bupati dan Walikota di Sumbar Berebut Tawarkan Daerahnya Jadi Ikon Pariwisata Sumbar
Menpar Arief Yahya ketika berbicara di depan peserta Rakor pariwisata di Sumbar. (Biro Humas Sumbar)
Jum'at, 13 Mei 2016 07:43 WIB

PADANG - Bupati dan walikota di Sumbar menyatakan kesiapan daerah membangun pariwisata sebagai salah satu prioritas unggulan. Untuk itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Arief Yahya meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Barat agar segera menentukan satu destinasi wisata di wilayahnya yang layak dijadikan sebagai ikon sekaligus menjadi prioritas untuk dikembangkan.

Arief menjelaskan, jika sudah dilakukan penetapan dan diusulkan pada Kemenparekraf, maka pemerintah pusat akan memberikan sejumlah fasilitas untuk mendorong pengembangan wilayah dimaksud.

"Kita sudah tentukan 10 destinasi wisata yang akan kita jadikan Bali baru, yakni destinasi yang dikembangkan untuk mampu menyedot kunjungan wisata yang tinggi seperti Bali. Kalau Sumatera Barat juga ingin, harus dipilih 1 destinasi yang mungkin layak dijadikan ikon atau mungkin disiapkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)," ungkap Arief Yahya ketika memberikan arahan dalam rapat koordinasi pengembangan pariwisata Sumatera Barat di Padang, Kamis (12/05/2016).

Arief memaparkan, 10 destinasi wisata di Indonesia yang direncanakan dikembangkan menjadi Bali baru yakni Tanjung Kelayang, Danau Toba, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu, Borobudur, Bromo, Mandalika, Labuan Bajo, Wakatobi, Morotai. Sumatera Barat bisa menyusul, tentunya dengan mempersiapkan syaratnya.

"Fasilitas yang diberikan untuk pengembangan destinasi wisata diantaranya pembangunan infrastruktur hingga pengurangan pajak. Siapkan lahan 400 sampai 500 hektar, kami dari pusat juga akan dorong investor masuk ke situ," jelaanya.

Dalam kesempatan yang sama Gubernur Irwan Prayitno mengatakan, Sumatera Barat pasti akan menyusul untuk mengusulkan satu destinasi wisata untuk dijadikan KEK. Saat ini sejumlah Kabupaten/Kota telah banyak mengusulkan pada Pemerintah Provinsi, dan mengaku telah menyediakan lahan. Untuk itu, akan dibentuk tim yang bertugas melihat kesiapan dan mengkaji, lokasi mana yang layak dijadikan KEK.

"Sudah banyak daerah yang mengusulkan. Pesisir Selatan dengan Mandeh sudah disiapkan lahan 400 hektar Bukik Ameh. Kepulauan Mentawai menyiapkan lahan di Siberut 300 hektar. Ada lagi Harau, Istano Basa Pagaruyung. Semua usulan kita terima, lalu diverifikasi dulu. Benar-benar siap tidak," terangnya. (***)

Editor:Calva
Kategori:Ekonomi, Badminton, Sumatera Barat
wwwwww