Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
8 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
3
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
13 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
4
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
6 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
5
KPK Panggil Direktur PT Bela Parahiyangan Terkait Korupsi Lahan Kementerian ATR/BPN
Hukum
7 jam yang lalu
KPK Panggil Direktur PT Bela Parahiyangan Terkait Korupsi Lahan Kementerian ATR/BPN
6
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Umum
7 jam yang lalu
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Home  /  Berita  /  Badminton

Waspadalah! Penilaian Organda Pesisir Selatan: Keselamatan Penumpang Travel Liar Tidak Terjamin

Waspadalah! Penilaian Organda Pesisir Selatan: Keselamatan Penumpang Travel Liar Tidak Terjamin
Ilustrasi. (lampost.co)
Selasa, 17 Mei 2016 09:35 WIB

PAINAN - Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Pesisir Selatan menilai, bahwa keselamatan penumpang yang naik travel liar yang saat ini tengah marak di daerah Pesisir Selatan, tidak terjamin.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organda Pesisir Selatan, M Husni Bagindo Rajo di Painan menyebutkan, kenapa tidak terjamin, karena travel itu tidak memiliki organisasi yang jelas, sehingga apabila terjadi tindak pidana penumpang ataupun keluarganya tidak tahu akan menuntut kepada siapa.

Selain itu, tambah dia, kepolisian juga akan sedikit bekerja ekstra untuk melakukan penyelidikan, berbeda apabila yang ditumpangi adalah travel resmi.

Kerugian lain, ujar dia penumpang tidak memiliki kepastian pelayanan dan ongkos yang harus dibayar.

"Hal yang kerap dijumpai adalah ketidakpastian pelayanan, tempat duduk yang layak hanya untuk tiga orang bisa diduduki oleh empat atau lima orang dan penumpang akan melapor kepada siapa karena jelas travel itu tidak resmi," jelasnya.

Ia melanjutkan, tindak pemerasan juga kerap terjadi karena ongkos resmi tidak pernah ditetapkan berbeda dengan travel resmi yang ada penetapan ongkosnya.

Selain itu, sebutnya tidak ada kepastian menerima asuransi kecelakaan dari Jasa Raharja karena status travel yang ditumpangi liar.

Ia menerangkan travel liar mulai beroperasi sejak 2007 guna meminimalkan pihaknya telah membuka komunikasi dengan kepala daerah di kabupaten itu.

"Sebelumnya kami telah membicarakan hal ini dengan bupati dan kedepan akan digelar sebuah rapat yang fokus membahas travel liar," kata dia dilansir dari pesisirselatankab.go.id, Selasa (17/5/2016). (***)

Editor:Calva
Sumber:Pesisirselatankab.go.id
Kategori:Beladiri, Badminton
wwwwww