Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
23 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
2
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Sepakbola
21 jam yang lalu
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
3
Ardhi Tjahjoko Optimistis Persija Bisa Tampil Maksimal Hadapi Persebaya
DKI Jakarta
21 jam yang lalu
Ardhi Tjahjoko Optimistis Persija Bisa Tampil Maksimal Hadapi Persebaya
4
Kasus Suap HGB Summarecon Bogor, KPK Dalami Aliran Dana ke Orang Kepercayaan Nusron Wahid
Hukum
23 jam yang lalu
Kasus Suap HGB Summarecon Bogor, KPK Dalami Aliran Dana ke Orang Kepercayaan Nusron Wahid
5
12 Anggota PMR DKI Berangkat ke Jepang Ikuti Program Pertukaran Pemuda
Metropolitan
24 jam yang lalu
12 Anggota PMR DKI Berangkat ke Jepang Ikuti Program Pertukaran Pemuda
6
BMKG Prakirakan Hujan Membasahi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Hujan Membasahi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hari Ini
Home  /  Berita  /  Badminton

Budi Gunawan Masuk Bursa Calon Kapolri, Ruhut Sitompul: Sah-sah Saja

Budi Gunawan Masuk Bursa Calon Kapolri, Ruhut Sitompul: Sah-sah Saja
Budi Gunawan. (net)
Rabu, 18 Mei 2016 16:51 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA- Nama Budi Gunawan kembali mencuat dan digadang-gadangkan akan mengganti posisi Kapolri dari Badrodin Haiti, sejumlah kalangan pun bertanya, apakah tidak akan menimbulkan kegaduhan jika BG masuk bursa calon Kapolri.

Menjawab hal itu, Anggota Komisi III DPR RI, Ruhut Sitompul menyatakan tidak ada masalah. "Saya lihat tidak masalah, kita hormati hukum, kita sabar saja menunggu apa putusan pak Jokowi," jelasnya kepada GoNews Group, Rabu (18/05/2016) di Jakarta.

Karena menurut Ruhut, Presiden Jokowi tidak akan sembarangan dalam memilih calon Kapolri. "Kita tahu pak Jokowi punya penilain sendiri yang sekali lagi harus kita hormati. Ya kita lihat, saya rasa tidak ada itu gaduh-gaduh," tukasnya.

Tentang wacana perpanjangan masa jabatan Badrodin, Komisi III melihatnya itu mungkin tidak sih? "Akh Kau Ini muter-muter saja, ya kembali ke yang tadi, nunggu keputusan Presiden, karena pemilihan, perpanjangan itu hak preogratif bapak presiden, tapi kita tahu bapak presiden kita sangat patuh dengan hukum. Karena selama ini belum ada diperpanjang masa pensiunnya. Cuman kalau kawan-kawan setuju, hak itu harus kita hormati. Yang penting jangan ada gaduhlah," pinta Ruhut.

Jadi ketika ditanya siapakah kira-kira yang paling cocok, lagi-lagi ruhut menyebut tiga nama yang sudah ia ungkapkan sebelumnya. "Kalau saya bagaimana lima atau enam bintang tiga tadi. Kan ini semua harus mengalir dan tidak ada hambatan. Harus ada yang lain juga nanti, termasuk pak Buwas, pak Tito, pak Kapolda yang sekarang Mochgiarto (searching lagi namanya). Ini semua kan orang-orang berprestasi, ini semua orang-orang penerima adimakayasa," pungkasnya. ***

wwwwww