Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
18 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
2
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
19 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
21 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
6 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
5
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
17 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
19 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta

Eks Pemain Timnas U-19 tahun 1961 yang Jadi Terdakwa Kasus Pencabulan di Kediri, Ini Kata Menpora

Eks Pemain Timnas U-19 tahun 1961 yang Jadi Terdakwa Kasus Pencabulan di Kediri, Ini Kata Menpora
Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Naharawi. (Istimewa)
Jum'at, 20 Mei 2016 15:08 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA- Terkait maraknya kejadian asusila beberapa minggu terakhir, menjadi sorotan dan mengundang ke khawatiran sejumlah pihak. Tidak terkecuali Menpora Imam Nahrawi.

Apalagi kasus pencabulan dan tindak asusila seperti yang terjadi di Kediri Jawa timur, ternyata juga melibatkan mantan pesepakbola nasional.

"Saya prihatin dengan banyaknya kasus asusila. Termasuk yang melibatkan mantan pemain sepak bola U-19 di kediri, Sonny Sandra. Ini sangat mencoreng dunia olahraga. Tindakan asusila ini juga menjadi ancaman yang harus bisa ditanggulangi oleh generasi muda," ungkap Menpora kepada GoNews Group, Jumat (20/05/2016) di Jakarta.

Menurut Imam, saat ini ada yang salah dengan mental psikologis masyarakat khusunya kaum muda. Apalagi kata dia, yang menjadi korban adalah para pemudi, dan calon-calon penerus bangsa ini ke depan. "Ini menjadi concern kami, yang memiliki sentuhan langsung dengan kepemudaan," tukasnya.

Di masa lalu kata Imam, kejadian ini jarang terjadi. Menurutnya saat ini perlu ada gerakan khusus, untuk menanggulangi, atau minimal menekan kebobrokan mental anak-anak dan calon pemuda penerus bangsa ini.

"Saya ingin menggerakkan pemuda di daerah, menjadi anggota Garda Mental. 2-3 pemuda di desa, yang nantinya akanĀ menanamkan kekuatan mental psikologis," ujarnya.

"Jaman dulu, sedikit yang begini karena karakter masyarakat kita takut, kalau sudah mengetahui hukumannya yang berat, bahkan ada wacana dikebiri, saya yakin mereka yang akan melakukan asusila akan pikir-pikir, dan tak mudah," timpalnya. ***

wwwwww