Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
10 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
11 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
3
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
4
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
7 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
5
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
Umum
13 jam yang lalu
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
6
DPRD DKI Dorong Ancol Tingkatkan Daya Saing Lewat Inovasi Wisata
Metropolitan
11 jam yang lalu
DPRD DKI Dorong Ancol Tingkatkan Daya Saing Lewat Inovasi Wisata
Home  /  Berita  /  Olympic
Youth Olympic Games Dakar 2026

Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia

Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Pejudo masa depan Indonesia, Sashenka Cahaya Fatimah meraih medali perunggu kelas -63 kg putri di Youth Olympic Games Dakar 2026. (Dok. NOC Indonesia)
Selasa, 03 November 2026 18:20 WIB
Penulis: Azhari Nasution

DAKAR – Kontingen Indonesia berhasil mengukir sejarah baru di Youth Olympic Games Dakar 2026. Torehan tersebut diukir pejudo masa depan Indonesia, Sashenka Cahaya Fatimah yang mempersembahkan medali perunggu kelas -63 kg putri, Senin (2/11/2026), sekaligus menjadi medali pertama Pasukan Merah Putih di pesta olahraga terakbar remaja paling bergengsi di dunia.

Pencapaian ini terasa semakin istimewa karena menjadi medali pertama Indonesia dari cabang olahraga judo sepanjang sejarah keikutsertaan di Youth Olympic Games sejak edisi perdana di Singapura pada 2010. Tidak hanya itu, medali ini juga sebagai kado spesial menjelang ulang tahun Sashenka ke-16 yang jatuh pada 14 November 2026 mendatang.

“Senang dan bangga bisa meraih medali perunggu. Saya bisa sampai di sini berkat dukungan semua, teman, senior, pelatih, PB JI, NOC Indonesia, Kemenpora, CdM, dan tentunya orang tua serta keluarga, sehingga akhirnya saya bisa memberikan medali ini untuk Indonesia,” kata Sashenka.

Bertanding di Dakar Expo Centre, Sashenka menunjukkan semangat juang tinggi hingga berhasil naik podium. Perjalanannya menuju medali perunggu tidak mudah. Ia harus melewati babak repechage setelah kalah melalui ippon dari judoka Korea Selatan, Kwak Yuju, di babak pertama.

Memasuki babak repechage round of 8, Sashenka bangkit dengan mengalahkan wakil Lebanon, Teressa Chayeb, melalui ippon. Kemenangan tersebut membawanya kembali berhadapan dengan Kwak. Kali ini, peraih emas Asian Youth Games 2025 itu sukses membayar revans dengan meraih dua poin dan mempertahankan keunggulan hingga akhir pertandingan. Hasil tersebut memastikan langkah Sashenka ke perebutan medali perunggu.

Pada laga penentuan, Sashenka menghadapi judoka Aljazair, Dounia Berrahoual. Pertandingan berlangsung sengit dengan kedua atlet tampil disiplin dan berhati-hati dalam membangun serangan. Momen penentu hadir ketika Sashenka mencetak waza-ari saat waktu pertandingan menyisakan 1 menit 20 detik. Meski mendapat perlawanan dari Berrahoual, Sashenka mampu menjaga keunggulannya hingga akhir laga dan memastikan medali perunggu untuk Indonesia.

“Awalnya saya percaya bisa menang. Mungkin memang takdir Allah belum ke sana, dan saya sempat kecolongan dari Korea. Setelah itu, saya berusaha menenangkan diri lagi saat bertanding melawan Lebanon. Ketika masuk repechage round of 4, saya berpikir untuk bermain dengan enjoy dan rileks, serta berjuang semaksimal mungkin. Alhamdulillah, saya bisa menang melawan Korea,” tuturnya.

Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia, Ita Yuliati, mengaku bangga dan terharu atas pencapaian Sashenka. Medali perunggu Sashenka menjadi bukti bahwa kerja keras dan semangat juang mampu meraih hasil gemilang.

“Alhamdulillah, medali pertama akhirnya hadir untuk Tim Indonesia. Saya sangat bangga dengan perjuangan Sashenka. Di usia yang masih sangat muda, dia mampu menunjukkan keberanian, disiplin, dan mental bertanding yang luar biasa. Ini menjadi kebanggaan bagi kita semua, sekaligus motivasi untuk atlet-atlet Indonesia lainnya yang masih  bertanding,” ujar Ita.

Sementara itu, Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari, mengapresiasi pencapaian bersejarah yang ditorehkan Sashenka.

“Medali ini menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki potensi besar dari generasi atlet muda. Youth Olympic Games merupakan bagian penting dari proses pembinaan menuju jenjang yang lebih tinggi,” kata Okto.

Keberhasilan Sashenka sekaligus menambah catatan sejarah Indonesia di Youth Olympic Games. Pada tiga edisi sebelumnya, Indonesia meraih medali melalui cabang olahraga angkat besi dan bulu tangkis. Kini, judo menjadi cabang olahraga berikutnya yang berhasil menyumbangkan medali.

Indonesia menempati peringkat ke-28 klasemen sementara perolehan medali dengan raihan 1 perunggu. Peluang Merah Putih untuk menambah pundi-pundi medali masih terbuka, salah satunya melalui atlet wushu Asael Christo Jacob Rondonuwu yang berhasil melaju ke babak final disiplin taolu (seni) nomor Men’s Taolu Combined (Changquan dan Gunshu) pada Selasa (3/11/2026). ***

wwwwww