Shashenka Lahir dari Laboratorium Sang Ayah `
![]() |
| Sashenka Cahaya Fatimah. (Dok, Pribadi orang rua) |
Penulis: Azhari Nasution
DAKAR - Pejudo masa depan Indonesia, Sashenka Cahaya Fatimah mengukir sejarah pada Youth Olympic Games Dakar 2026. Putri mantan pelatih Strength and Conditioning (SC) Program Indonesia Emas (Prima), Zamroni yang meraih medali perunggu kelas -63kg ini tercatat sebagai pejudo pertama Indonesia yang meraih medali sejak keikutsertaan cabang olahraga judo di Youth Olympic Games perdana di Singapura 2010.
Tidak hanya itu saja, Sashenka menjadi peraih medali pertama bagi Kontingen Indonesia di Youth Olympic Games Dakar 2026. “Ya, kita layak memberikan apresiasi kepada Sashenka yang menjadi pejudo pertama Indonesia yang meraih medali di Youth Olympic Games Dakkar 2026. Ini prestasi luar biasa di usia muda belia sudah mampu menunjukkan bakat dan kemampuannya di ajang event junior tertinggi dunia,” kata Sadik Algadri, mantan Sekjen PB PJSI yang juga mantan pejudo nasional saat dihubungi Selasa (3/11/2026).
Menurut Sadik yang menjabat Wakil Ketua Prima, prestasi yang diukir Shashenka tidak terlepas dari peran ayahnya, Zamroni. Karena, dia sudah menangani latihan fisik anak-anaknya sejak kecil.
“Zamroni itu menangani latihan fisik anak-anaknya sejak kecil. Dia menjadikan empat anak sebagai penghuni laboratorium untuk mencetak atlet berkualitas. Hasilnya kerja kerasnya telah terbukti dimana Shashenka menjadi pejudo pertama Indonesia peraih medali di Youth Olympic Games Dakar 2026. Sedangkan tiga anaknya lagi juga menekuni olahraga panjat tebing, panahan dan menembak,” kata Sadik, panggilan karibnya.

Apa yang disebut Sadik diamini Zamroni yang kini menangani Pelatih Fisik Tim Bulutangkis Indonesia. “Ya, sejak kecil Sashenka dan ketiga saudarnya sudah saya latih fisiknya. Dan, saya memang menjadikan mereka pengisi laboratorium saya untuk mencetak atlet berkualitas,” kata Zamroni yang ketika tiba di Jakarta usai mendampingi Tim Bulutangkis Indonesia.
“Ya, mereka memang sejak kecil sudah dilatih latihan fisik dasar sama ayahnya. Dan, kami bersyukur Sashenka bisa mencetak sejarah menjadi pejudo pertama yang meraih medali dan mempersembahkan medali pertama bagi Kontingen Indonesia di Youth Olympic Games Dakar 2026,” timpal Istri Zamroni, Ira Puspita Sari.
Sashenka yang genap berusia 16 tahun pada 14 November 2026 ini merupakan penghuni Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar (PPOP) DKI Jakarta. Praktis, Zamroni yang menekuni olahraga pencak silat tidak lagi menangani latihan fisiknya. Tetapi, Zamroni tidak khawatir karena pelatih fisik Sashenka merupakan anggota Persatuan Pelatih Fisik Indonesia (PPFI).
‘Latihan fisik Sashenka di PPOP ditangani pelatih fisik PPFI. Jadi, tidak ada yang berubah. Programnya latihan fisiknya sesuai dengan program yang telah disusun PPFI,” kata Zamroni yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PPFI.

Sejak Kecil Sering Diadu dengan Anak Lelaki
Menurut Zamroni yang lulus dari Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) tahun 1993, Shasenka sudah terlihat bakatnya sejak kecil menekuni olahraga beladiri judo.
“Saya sering adu dia dengan anak lelaki saat latihan. Dan, dia selalu bisa membantingnya dengan baik. Makanya, saya terus dorong dirinya untuk menekuni olahraga judo. Alhamdulillah kerja kerasnya telah membuahkan hasil,’ ungkapnya.
Sashenka merupakan anak bungsu dari empat bersaudara. Kakaknya, Nada Kamiliya Zahra yang berusia 22 tahun menekuni cabang olahraga (cabor) Panahan, Aninda Qalbi Arsyillah berusia 19 tahun menekuni cabor Panjat Tebing, dan abangnya, Kaisar Rasila Nabua berusia 18 tahun menekuni cabor menembak.
“Mereka semuanya sudah menjadi juara nasional. Bahkan, Aninda sudah menjadi juara Youth Asia Championship 2024. Mudah-mudahan mereka bisa membawa harum nama bangsa dan negara di ajang single dan multi event internasional ke depan,” kata Ira Puspita Sari yang mantan atlet karate nasional juga lulusan UNJ tahun 2000. ***
| Kategori | : | Olympic, DKI Jakarta |













