Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
17 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
18 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
18 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
18 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
17 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
8 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Badminton

Lanyala Matalliti Kembali Menang Praperadilan, Fadli Zon: Sprindik Kejaksaan Ini Kan Dagelan Saja

Lanyala Matalliti Kembali Menang Praperadilan, Fadli Zon: Sprindik Kejaksaan Ini Kan Dagelan Saja
Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon. (istimewa)
Selasa, 24 Mei 2016 15:03 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA- Menanggapi soal kemenangan dalam praperadilan Lanyala Matalliti, Wakil Ketua DPR Fadli Zon kembali mengingatkan pihak Kejaksaan untuk tidak semaunya sendiri.

"Dalam kasus lanyala, harusnya Kejaksaan tidak boleh melakukan intervensi dengan sprindik, itu kan pengadilan. Siapa yang mau menghormati pengadilan kalo kejaksaan semaunya sendiri dan tak menghormati," ujar Fadli Zon kepada legislatif.co (GoNews Group), Selasa (24/05/2016) di Gedung DPR RI Jakrta.

Tiga kali keluarkan sprindik, Kejaksaan menurut Fadli Zon hanya dagelan saja. "Iya kan dagelan, kejaksaan lakukan dagelan, harusnya dibebaskan saja sesuai dengan apa yang menjadi ketetapan pengadilan. Jangan sampai hukum tidak ada kepastian, masa sampai tiga kali, ini saya kira Presiden juga harus menegurnya," tukas politisi Gerindra ini.

Fadli juga mengimbau, agar masalah ini jangan sampai dilakukan pembiaran apa yang dilakukan Kejaksaan ini. "Saya kira ini sudah betul-betul menginjak hukum. Masak seorang lanyala bahkan harus dicabut paspornya, PKI saja gak dicabut paspornya. Cabut paspor ini sudah melakukam pelanggaran HAM, masa seorang TSK, bukan terdakwa dicabut paspornya. Ini pelanggaran berat yang dilakukan Kemenkumham dan Kejaksaan Agung. Artinya mereka membuat hukum jadi dagelan. Dua kali kalah praperadilan kemudian keluarkan sprindik lagi aneh-aneh saja," pungkasnya. ***

wwwwww