Home  /  Berita  /  GoNews Group

Canangkan Tanam Jagung 1 Juta Hektar, Mentan RI: Aparat Hukum Diminta Menangkap Penjual Bibit Palsu dan Pupuk Oplosan

Canangkan Tanam Jagung 1 Juta Hektar, Mentan RI: Aparat Hukum Diminta Menangkap Penjual Bibit Palsu dan Pupuk Oplosan
Mentan RI Andi Arman Sulaiman bersama Wagub Sumbar Nasrul Abit dan Bupati Pasaman Barat Syahiran, melakukan panen jagung. (Humas Pasbar)
Sabtu, 28 Mei 2016 06:52 WIB

PASAMAN BARAT - Menteri Pertanian Andi Arman Sulaiman meminta kepada aparat keamann dan aparah hukum untuk menangkap penjual bibit palsu dan pupuk oplosan yang dapat merugikan produksi swasembada pangan di Sumatera Barat khususnya Kabupaten Pasaman Barat.

Penegasan ini dikatakan Menteri Pertanian RI, Andi Arman Sulaiman dalam melakukan kunjungan ke Kabupaten Pasaman Barat dalam rangka panen raya jagung integrasi sawit di Jorong Jambak, Jalur VI Nagari Koto Baru Kecamatan Luhak nan Duo, Jumat (27/5/2016). Menteri didampingi, Dirjen Tanaman Pangan RI, Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, Forkopimda Provinsi Sumbar dan kepala dinas Perkebunan Provinsi Sumbar, Fajarudin.

Kedatangan Menteri ke Pasaman Barat disambut langsung oleh Bupati Pasbar, H . Syahiran, Ketua DPRD Pasbar, Daliyus, Wakil Bupati Pasbar, Yulianto, Asisten dan kepala SKPD dilingkungan Pemkab Pasbar serta kelompok tani se- Pasaman Barat. Tak hanya panen jagung, Mentan juga menyerahkan bantuan bibit dan alat pertanian oleh Mentan kepada Kelompok Tani Pasbar yang terdiri dari bibit Jagung, kelapa sawit, benih padi, dan 9 unit tractor.

“Potensi Sumbar luara biasa. Kita Bahagia melihat hasil integrasi jagung dan kelapa sawit di Pasaman Barat. Hari ini, Jum’at 27 Mei 2016 saya canangkan gerakan integrasi jagung dan sawit 1 juta hektare untuk Indonesia,” ungkap menteri.

Dalam sambutannya menteri menyampaikan komitmennya dalam menyejahterakan petani. Ia meminta jangan sampai harga jagung di petani dibawah Rp 2000/kg, kasihan petaninya, impor harus kita kendalikan,

Ia juga menguraikan, telah menahan 400.00 ton jagung impor yang berasal dari Argentina dan Amerika.

“Sudah 2 bulan Jagung impor tersebut terkatung-katung dilaut, dan tidak saya beri izin, ini saya lakukan untuk menyelamatkan petani jagung lokal,” ujarnya lagi.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Menteri Pertanian RI yang telah membatasi impor jagung yang dapat mengancam petani jagung di Pasbar.

“60% produksi Jagung di Sumbar berasal dari Kabupaten Pasaman Barat, saya berharap kepada Bapak Menteri untuk membantu Pasaman Barat dengan bibit yang berkualitas,” ungkap Nasrul Abit.

Bupati Pasaman Barat, H. Syahiran dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada menteri Pertanian RI.

“Saya berharap Menteri Pertanian RI terus memberikan bantuan pertanian ke Pasbar dalam rangka Upsus ( Upaya Khusus) sawasembada pangan, semoga mendapat kesan yang baik selama berada di Pasbar,” ungkap Bupati. (rbi/humas)

Editor:Calva
Sumber:Pasamanbaratkab.go.id
Kategori:Ekonomi, GoNews Group

wwwwww