Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
10 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
22 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
3
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
24 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
4
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
22 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
5
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
24 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
6
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
Sepakbola
20 jam yang lalu
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
Home  /  Berita  /  Badminton

Berkat Catur, Cewek Batak yang Cantik Ini Bisa Keliling Dunia

Berkat Catur, Cewek Batak yang Cantik Ini Bisa Keliling Dunia
Chelsie Monica Ignesias Sihite
Senin, 30 Mei 2016 12:15 WIB
BAGI sebagian orang, catur adalah cabor yang membosankan. Karena bermain catur memerlukan konsentrasi, berpikir dan menerapkan strategi untuk mengalahkan lawan. Tetapi, tidak bagi Chelsie Monica Ignesias Sihite yang merupakan pecatur andalan Benua Etam. Gadis 20 tahun ini sangat familiar dengan bidak hitam putih. Bahkan gara-gara catur ini pulalah yang membawanya hingga keliling dunia.

Chelsie – sapaan akrabnya – mulai menggeluti catur sejak usianya masih kecil. Ketertarikannya terhadap catur ketika melihat almarhum sang ayah yang hobi bermain cartur. Dari situlah awal mula ktertarikannya menggelutinya.

''Kami ini kan orang Batak, jadi dengan catur ini sudah biasa main dan sudah melekat saja. Memang waktu itu lihat almarhum ayah main, kelihatannya seru, ya sudah aku cobain,'' kata Chelsie.

Selama 13 tahun bergelut di cabang olahraga catur ini, Chelsie mengaku tidak pernah merasa bosan. Kalau kata pepatah, catur ini telah terlanjur menjadi bagian dari dirinya sembari mengenang sang ayah yang telah tiada.

''Gak pernah bosan sih, karena memang sudah menjadi hidup saya dan ini sudah melekat, ya gak akan pernah ninggalin catur,'' katanya.

Dia menyebutkan salah satu pengalamannya yang cukup berkesan baginya adalah ketika bertanding di Singapura 2008 silam. Saat itu, dirinya mengikuti kejuaraan Internasional World School Chess Championship. ''Waktu itu saya ikut pertandingan di Singapura karena salah jadwal dari pengurus kalah WO (walk out) satu babak, tapi bersyukur masih bisa juara satu,'' kenangnya kala itu. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:korankaltim.com
Kategori:Sumatera Utara, Badminton, Non Olympic
wwwwww