Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Dinafkahi Maell Lee dan Ditawar Rp 5 Juta, Intan Ratna Juwita: Maaf Mending Saya Jualan Es Kelapa Saja
Peristiwa
8 jam yang lalu
Tak Dinafkahi Maell Lee dan Ditawar Rp 5 Juta, Intan Ratna Juwita: Maaf Mending Saya Jualan Es Kelapa Saja
2
LaNyalla: Pesantren Punya Peran Besar dalam Memajukan Indonesia
Politik
9 jam yang lalu
LaNyalla: Pesantren Punya Peran Besar dalam Memajukan Indonesia
3
Polisi Kejar Debt Collector yang Hendak Rampas Mobil yang Angkut Orang Sakit
Hukum
15 jam yang lalu
Polisi Kejar Debt Collector yang Hendak Rampas Mobil yang Angkut Orang Sakit
4
Sembilan Debt Collector Penghadang Serda Nurhadi Ditangkap
Peristiwa
8 jam yang lalu
Sembilan Debt Collector Penghadang Serda Nurhadi Ditangkap
5
Al-Aqsa Diserang, Dunia Internasional dan Donatur Diminta Lakukan Ini
Peristiwa
12 jam yang lalu
Al-Aqsa Diserang, Dunia Internasional dan Donatur Diminta Lakukan Ini
6
Penyelidik AS Ungkap Temuan Virus sebagai Model Upaya Perang
Internasional
14 jam yang lalu
Penyelidik AS Ungkap Temuan Virus sebagai Model Upaya Perang
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Berkat Catur, Cewek Batak yang Cantik Ini Bisa Keliling Dunia

Berkat Catur, Cewek Batak yang Cantik Ini Bisa Keliling Dunia
Chelsie Monica Ignesias Sihite
Senin, 30 Mei 2016 12:15 WIB
BAGI sebagian orang, catur adalah cabor yang membosankan. Karena bermain catur memerlukan konsentrasi, berpikir dan menerapkan strategi untuk mengalahkan lawan. Tetapi, tidak bagi Chelsie Monica Ignesias Sihite yang merupakan pecatur andalan Benua Etam. Gadis 20 tahun ini sangat familiar dengan bidak hitam putih. Bahkan gara-gara catur ini pulalah yang membawanya hingga keliling dunia.

Chelsie – sapaan akrabnya – mulai menggeluti catur sejak usianya masih kecil. Ketertarikannya terhadap catur ketika melihat almarhum sang ayah yang hobi bermain cartur. Dari situlah awal mula ktertarikannya menggelutinya.

''Kami ini kan orang Batak, jadi dengan catur ini sudah biasa main dan sudah melekat saja. Memang waktu itu lihat almarhum ayah main, kelihatannya seru, ya sudah aku cobain,'' kata Chelsie.

Selama 13 tahun bergelut di cabang olahraga catur ini, Chelsie mengaku tidak pernah merasa bosan. Kalau kata pepatah, catur ini telah terlanjur menjadi bagian dari dirinya sembari mengenang sang ayah yang telah tiada.

''Gak pernah bosan sih, karena memang sudah menjadi hidup saya dan ini sudah melekat, ya gak akan pernah ninggalin catur,'' katanya.

Dia menyebutkan salah satu pengalamannya yang cukup berkesan baginya adalah ketika bertanding di Singapura 2008 silam. Saat itu, dirinya mengikuti kejuaraan Internasional World School Chess Championship. ''Waktu itu saya ikut pertandingan di Singapura karena salah jadwal dari pengurus kalah WO (walk out) satu babak, tapi bersyukur masih bisa juara satu,'' kenangnya kala itu. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:korankaltim.com
Kategori:Sumatera Utara, GoNews Group, Olahraga
wwwwww