Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
10 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
12 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
3
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
KOI
11 jam yang lalu
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
4
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
8 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
5
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Hukum
9 jam yang lalu
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
6
BMKG Prakirakan Hujan Membasahi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Hujan Membasahi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hari Ini
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta

Menteri Yohana Harus Minta Maaf ke Keluarga Yuyun

Menteri Yohana Harus Minta Maaf ke Keluarga Yuyun
Anggota Komisi VIII DPR RI fraksi Demokrat, Linda Megawati. (dok. Pribadi untuk GoNews)
Rabu, 01 Juni 2016 14:54 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA- Komisi VIII DPR RI Menyesalkan pernyataan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise, yang menyebut kematian Yuyun adalah kelalaian dan kesalahan orang tuanya.

Bukan hanya itu, Komisi VIII DPR juga mendesak agar Menteri Yohana secara terbuka meminta maaf ke keluarga Yuyun. "Ini namanya ngasal dan tidak ada rasa empati dari Menteri Yohana, dia harus minta maaf," ujar politisi Golkar Deding Ishak kepada GoNews Group (Legislatif.co), Rabu (01/06/2016) siang.

Hal senada juga diungkapkan Anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi Demokrat, Linda Megawati. Menurutnya, sekejam-kejamnya orangtua, tidak akan tega membiarkan anaknya diperkosa. "Orang tua mana yang tega membiarkan anaknya diperkosa apalagi YY juga sempat dibunuh, orangtua YY kan saat itu bekerja demi keluarga juga, jadi Menteri Yohana tidak bisa mengatakan pemerkosaan itu akibat salah orangtua," ujarnya.

Seharusnya kata Linda, Pemerintah dalam hal ini Kementeria PP dan PA, mencarikan solusi bukan malah menyalahkan.

"Ini terkesan adanya ketidak mampun sang menteri. Dia harusnya bertanggungjawab dengan kejadian ini, cari solusi nya," pungkasnya.***

wwwwww