Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
10 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
11 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
3
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
KOI
11 jam yang lalu
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
4
BMKG Prakirakan Hujan Membasahi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Hujan Membasahi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hari Ini
5
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Hukum
9 jam yang lalu
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
6
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
7 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Home  /  Berita  /  Badminton

Yohanna Salahkan Orangtua YY, Deding Ishak: Bukti Pemerintah Kewalahan dan Ketidakmampuan Sang Menteri

Yohanna Salahkan Orangtua YY, Deding Ishak: Bukti Pemerintah Kewalahan dan Ketidakmampuan Sang Menteri
Anggota Komisi VIII DPR RI, Deding Ishak. (istimewa)
Rabu, 01 Juni 2016 12:04 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA- Anggota Komisi VIII DPR RI dari Partai Golkar, Deding Ishak, menyesalkan pernyataan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yambise yang terkesan tidak sensitif dan membuat alibi atas ketidakmampuanya bekerja dengan menyalahkan orangtua korban pemerkosaan.

"Ini jelas sungguh tidak wajar, Menteri seharusnya tidak menyakiti masyarakat dengan pernyataan seperti itu. Seharusnya dia intropeksi diri, kalau memang tidak mampu bekerja jangan menyalahkan orang," ujar Deding Ishak kepada GoNews Group (Legislatif.co) saat dikonfirmasi melalui Whatsapp, Rabu (01/06/2016) siang.

Deding Ishak juga berpendapat, Menteri Yohana harus meminta maaf atas ucapanya tersebut. "Harus dan wajib, dia harus minta maaf, ini seperti orang frustasi yang kewalahan serta ketidakmampuan sang menteri itu sendiri," ujarnya.

Menurut Deding Ishak, saat ini bukan waktunya Menteri Yohana mencari kambing hitam, tapi bagaiaman upaya dia sebagai pelindung terhadap anak-anak memberikan rasa aman kepada semua anak-anak Indonesia.

"Solusi yang dicari, anak-anak ini aset negara lho, dilindungi negara, kalau pemerintah dalam hal ini Kementerian PP dan PA tidak sanggup ya sebaiknya menyerah saja," tukasnya.

Hal senada juga diungkapkan Anggota Komisi VIII lainya yakni Arzeti Bilbina. Menurut Arzeti seharusnya pemerintah cepat tanggap dalam soal perlindungan terhadap anak-anak. "Jangan sampai begitu sudah kejadian baru sibuk, ini yang harus difikirkan, pemerintah harusnya sudah mengantisipasi hal ini, dengan mengupayakan perlindungan terhadap mereka," pungkas Arzeti. ***

wwwwww