Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
9 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
11 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
3
BMKG Prakirakan Hujan Membasahi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Hujan Membasahi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hari Ini
4
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
KOI
10 jam yang lalu
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
5
‎Bank Jakarta Banjir Pembukaan Rekening, Dana Rp5 Miliar Terhimpun di FinFest
Ekonomi
14 jam yang lalu
‎Bank Jakarta Banjir Pembukaan Rekening, Dana Rp5 Miliar Terhimpun di FinFest
6
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Hukum
8 jam yang lalu
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta

Arzety Bilbina: Jangan Saling Menyalahkan, Pemerintah Harus Cari Solusi

Arzety Bilbina: Jangan Saling Menyalahkan, Pemerintah Harus Cari Solusi
Anggota Komisi VIII DPR RI, Arzeti Bilbina. (istimewa)
Rabu, 01 Juni 2016 11:37 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA- Terkait pernyataan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise yang mengatakan terjadinya pemerkosaan terhadap Yuyun merupakan kelalaian dan kesalahan orangtua, dianggap menyakitkan.

Karena saat ini bukan waktunya untuk saling menyalahkan, tapi seharusnya bagaimana sikap Pemerintah dalam hal ini Kementerian PP dan PA untuk mencari jalan keluar atau solusi guna melindungi anak-anak dari ancaman kekerasan seksual.

Apalagi perbedaan kultur antara perkotaan dengan daerah sangat jauh berbeda. Dimana para orangtua di daerah sudah terbiasa dan menjadi tradisi bekerja demi menghidupi keluarga, dan sudah terbiasa anak-anaknya bersekolah sendiri dan tanpa diantar orangtua.

Hal tersebut dikatakan Anggota Komisi VIII dari Fraksi PKB Arzeti Bilbina saat dikonfirmasi GoNews Group (Legislatif.co), Rabu (01/06/2016).

"Pertama kita harus melihat dari berbagai sisi, karena perbedaan kultur antara kota dan desa apalagi di daerah sangat jauh. Saya contohnya, dulu waktu SD karena orangtua saya bekerja ya saya ke sekolah sendiri, bahkan jalan kaki. Terkait soal kasus YY ini, orang tuanya juga berniat menjemput rezeki agar bisa membantu keluarga terutama untuk biaya sekolah anaknya," ujar Arzeti.

Menurutnya, saat ini seharusnya Pemerintah dan instansi terkait, lebih fokus bagaiamana memfasilitasi insfratukturu jalan yang dilewati anak-anak sekolah. "Selain itu kita juga harus berfikir bagaimana memberikan rasa aman bagi masyarakat, misalnya dengan bantuan personil dari bansar, Kepolisian atau dibuat pos-pos khusus, agar anak-anak dan masyarakat yang lewat merasakan kenyaman," tukasnya lagi.

Pada intinya kata politisi PKB ini, jangan lagi ada saling salah menyalahkan, apalagi anak-anak adalah aset bangsa. "Ini menjadi kewajiban kita semua, Pemerintah juga wajib hukumnya melindungi anak-anak, karena sudah menjadi kewajiban. Dan tentunya para orangtua juga tetap turut andil dalam pengawasan tersebut," tuturnya.

Untuk itu kata dia, para menteri atau pejabat terkait diimbau agar tidak membuat statmen yang membuat masyarakat ragu dengan kewajiban pemerintah. "Ya intinya saya tidak menyalahkan Menteri Yohana, tapi setidaknya kata-kata tersebut tidak perlu diucapkan, karena saya pikir tidak satupun orangtua yang tega melantarkan anaknya. Jadi sekali lagi melihat persoalan ini harus dari berbagai sisi dan cepat carikan solusi," pungkasnya. ***

wwwwww