Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Nicholas Saputra Soroti Peran Penting Anak Muda Diakui Sebagai Agen Perubahan
Umum
24 jam yang lalu
Nicholas Saputra Soroti Peran Penting Anak Muda Diakui Sebagai Agen Perubahan
2
Katy Perry Tampil Memukau di Video Lip Sync Lagu Sabrina Carpenter 'Espresso'
Umum
24 jam yang lalu
Katy Perry Tampil Memukau di Video Lip Sync Lagu Sabrina Carpenter Espresso
3
Boy Pohan Berebut Tiket Wasit/Juri Tinju Olimpiade 2024 Paris
Olahraga
11 jam yang lalu
Boy Pohan Berebut Tiket Wasit/Juri Tinju Olimpiade 2024 Paris
4
Kejutan, Aditya Tahan Remis Unggulan Pertama di Pertamina Indonesia Grand Master Tournament 2024
Olahraga
7 jam yang lalu
Kejutan, Aditya Tahan Remis Unggulan Pertama di Pertamina Indonesia Grand Master Tournament 2024
5
Mandiri 3X3 Indonesia Tournament 2024 Disambut Antusias di Medan
Olahraga
4 jam yang lalu
Mandiri 3X3 Indonesia Tournament 2024 Disambut Antusias di Medan
6
Duel Fisik dan Membaca Permainan Itu Keunggulan Sergio Ramos
Olahraga
4 jam yang lalu
Duel Fisik dan Membaca Permainan Itu Keunggulan Sergio Ramos
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Muaro Lasak dan Monumen Perdamaian Turut Jadi Saksi Kerjasama Padang 'Sister City' dengan Ba Ria Vung Tau Vietnam

Muaro Lasak dan Monumen Perdamaian Turut Jadi Saksi Kerjasama Padang Sister City dengan Ba Ria Vung Tau Vietnam
Wako Padang Mahyeldi dan Wakil Gubernur Provinsi Ba Ria Vung Tau, Mr. Le Tuan Quoc foto bersama usai tandatangani kerjasama di Monumen Perdamaian Muaro Lasak Padang. (Humas Padang)
Rabu, 01 Juni 2016 10:35 WIB

PADANG – Akhirnya Kota Padang menjalin hubungan persaudaraan dengan Provinsi Ba Ria Vung Tau, Vietnam. Kedua daerah ini menandatangani nota kesepahaman “Sister City” di Tugu Merpati Perdamaian, Padang, Selasa (31/5/2016) pagi.

Walikota Padang, H Mahyeldi Dt Marajo dan Wakil Gubernur Provinsi Ba Ria Vung Tau menandatangani nota kesepahaman tersebut. Setelah ditandatangani, kedua dokumen ini saling dipertukarkan.

Walikota Padang usai menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) “Sister City” menyatakan optimis dengan hubungan persaudaraan dan kerjasama yang telah dilakukan. Menurutnya, lewat “Sister City” tersebut akan menghasilkan output berupa proyek kegiatan yang mengarah kepada peningkatan hubungan kedua derah, serta kesepakatan kerjasama yang terencana dengan baik.

“Kami berharap kejasama yang ideal ini bermanfat bagi kedua pihak, serta dirasakan oleh pemerintah dan masyarakat,” kata Mahyeldi.

Walikota menyebut, cukup banyak potensi yang bisa dikerjasamakan dengan Ba Ria Vung Tau. Menurutnya, sektor yang cukup berpotensi untuk dikerjasamakan diantaranya yakni pertanian, kehutanan, perkebunan, pendidikan, parwisata dan budaya, serta sektor lain.

“Antara Ba Ria Vung Tau dan Padang punya karakteristik yang hampir sama, sumber daya juga mendukung. Saya yakin, ‘Sister City’ ini akan sukses akan datang karena kesamaan karakteristik tersebut,” ujar Walikota Padang.

Agar diraih hubungan kerjasama dan persaudaraan yang baik di antar kedua daerah, hubungan timbal balik diharapkan lebih intens. Termasuk komunikasi yang rutin antar dua daerah yang tak hanya melibatkan pemerintah, akan tetapi juga melibatkan masyarakat. “Selain itu perlu juga dipertimbangkan pembentukan organisasi perwakilan khusus untuk memantau ‘Sister City’ ini,” tukas Walikota.

Sementara itu, Wakil Gubernur Provinsi Ba Ria Vung Tau, Mr. Le Tuan Quoc mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kota Padang yang telah menyiapkan segala kesiapan penandatanganan “Sister City”. Menurutnya, kerjasama dan hubungan persaudaraan ini akan saling menguntungkan. Apalagi, menurutnya, kedua daerah memiliki karakter yang mirip.

Dikatakan Mr. Le Tuan Quoc, di daerahnya terdapat pelabuhan yang cukup besar dan memadai. Pelabuhan ini akan dapat mengakomodir pertukaran barang antar kedua daerah. Sektor perikanan, menurutnya merupakan sektor yang cukup potensial untuk dikerjasamakan. "Terutama di segi manajemennya," tuturnya.

Termasuk di sektor pendidikan. Provinsi Ba Ria Vung Tau cukup lengkap dan baik dalam meraih standar nasional bidang pendidikan. Dikatakan Mr. Le Tuan Quoc, pertukaran guru akan dapat dikerjasamakan sehingga segi pendidikan akan berkembang pesat.

Inisiasi “Sister City” kedua daerah sudah dilakukan sejak 2013. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sangat mendukung penuh kerjasama dan hubungan persaudaraan yang dilakukan kedua daerah. Gubernur Sumbar melalui Staf Ahli, Jefrinal menuturkan bahwa kerjasama ini tidak saja di atas kertas, akan tetapi dapat direalisasikan sebaik-baiknya.

“Rencana ini telah dimulai sejak 2013, kita harapkan tahun depan program akan berjalan dengan baik. Kita juga inginkan apa yang jadi kelebihan masing-masing daerah dapat ditransfer, semoga kerjasama berjalan baik dan menghasilkan kesepakatan bersama,” ungkap Jefrinal. (Charlie/Faisal/Bustam/Tafrizal/Mursalim)

Editor:Calva
Kategori:Peristiwa, GoNews Group
wwwwwwhttps://143.198.234.52/sonic77https://159.223.193.153/https://64.23.207.118/http://152.42.220.57/