Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
22 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
2
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
22 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
3
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
23 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
4
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
Hukum
22 jam yang lalu
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
5
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
6
Makan Konate Menerima Kekalahan Lapang Dada
Sepakbola
24 jam yang lalu
Makan Konate Menerima Kekalahan Lapang Dada
Home  /  Berita  /  Badminton

Ini Kata Walikota Padang Tentang Keutamaan Sepuluh Malam Terakhir Ramadan

Ini Kata Walikota Padang Tentang Keutamaan Sepuluh Malam Terakhir Ramadan
Walikota H. Mahyeldi Dt Marajo ketika berceramahnya menjadi khatib shalat Jumat di Masjid Nurussa’adah di Lubuk Bagaluang, Jumat (10/6/2016). (Humas Padang/Charlie)
Sabtu, 11 Juni 2016 13:39 WIB

PADANG - Walikota Padang, H. Mahyeldi Dt Marajo mengatakan, pada sepuluh malam terakhir cukup banyak yang didapat. Salah satunya yakni malam Lailatul Qadar. Malam Lailatul Qadar merupakan malam terbaik dari seribu bulan. Untuk itu, jangan lupakan sepuluh malam terakhir Ramadan.

“Jika dihitung, seribu bulan itu sama dengan 84 tahun. Saat ini sangat jarang yang berusia 84 tahun. Artinya malam itu hanya hadir sekali seumur hidup, jadi kenapa kita melalai-lalaikan diri,” ucap Walikota dalam ceramahnya ketika menjadi khatib shalat Jumat pada program Jumat Keliling yang digelar Pemerintah Kota Padang di Masjid Nurussa’adah di Lubuk Bagaluang, Jumat (10/6/2016).

Selain itu, Walikota mengatakan bahwa saat bulan puasa, Nabi Muhammad SAW memanfaatkan waktunya dengan beribadah. Alquran dibaca hingga bisa khatam sampai tiga kali dalam sehari.

“Sekarang coba tanya diri kita sendiri, sudah pernahkah kita menamatkan Alquran?” sebutnya di depan jamaah.

Usai melaksanakan shalat Jumat, Walikota kemudian mendengarkan aspirasi warga sekitar. Cukup banyak uneg-uneg dan pertanyaan yang dilontarkan warga kepada Walikota. Salah satunya seperti yang ditanyakan Dasrizal. Lelaki separuh baya ini menyebut bahwa dua sekolah yang berada di Lubuk Bagaluang kondisinya tidak layak lagi. Dua sekolah itu yakni SD 02 dan MIN Pampangan.

“Keduanya dekat dengan jalan, apakah bisa dipindahkan Pak Wali?” tanyanya.

Walikota menjawab bahwa sekolah tersebut bisa saja dipindahkan. Apalagi tak jauh dari sekolah tersebut terdapat lahan kosong milik PSDA Provinsi Sumatera Barat seluas 1.500 meter.

“Untuk itu kita minta izin dulu ke pihak terkait,” tutur Walikota.

Masjid Nurussa’adah berada di depan Universitas Putra Indonesia (UPI). Masjid ini dulunya berada di kerendahan. Akan tetapi karena sering dilanda banjir, akhirnya masjid ini dipertinggi 75 sentimeter. Namun begitu, jamaah masjid tersebut terus meningkat dari waktu ke waktu.

Usai berdialog dengan warga, Walikota Padang menyerahkan dana bantuan kepada pengurus masjid tersebut. Sebanyak Rp 10 juta disumbangkan untuk pembangunan masjid. Nampak hadir dalam Jumat Keliling itu diantaranya, Kepala Dispernakbunhut, Dian Fakri, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Yunisman, Kepala Satpol PP, Firdaus Ilyas, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Fatriarman, Dirut PDAM, Muswendri Evites, Kabag Kesra, Al Amin, serta Kabag Humas dan Protokol, Mursalim. (Charlie/Adi Syaflian)

Editor:Calva
Kategori:Badminton, PON
wwwwww