Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
15 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
14 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
7 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
5
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
8 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
13 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  Olympic
Youth Olympic Games Dakar 2026

Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal

Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Kontingen Indonesia saat tampil di pembukaan Youth Oympic Games Dakar 2026. (NOC Indonesia)
Senin, 02 November 2026 20:27 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Ajang olahraga akbar Youth Olympic Games Dakar 2026 secara resmi dibuka hari ini di Senegal. Dalam ajang tersebut, Kontingen Indonesia yang berada di bawah naungan Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) tampil mengenakan seragam hasil kolaborasi Sarinah dan Mills, yang merangkul sejumlah brand lokal kebanggaan Tanah Air, yaitu Ghea Panggabean, Chossy Latu, Rama Dauhan, serta Wong Hang Tailor. Sinergi ini memadukan identitas mode Indonesia dengan sentuhan kontemporer melalui padu padan busana olahraga dan semi-formal.

Sebagai benang merah visual seluruh pakaian, Ghea Panggabean mengadaptasi kekayaan warisan tekstil Palembang menjadi motif jumputan khusus berwarna biru sebagai seragam atlet. Corak tradisional ini diaplikasikan secara dinamis pada atasan berbahan jersey dengan gaya t-shirt dan juga kebaya kutubaru, menyatukan keanggunan budaya dengan semangat sporty.

“Melalui motif jumputan yang terinspirasi dari kekayaan warisan tekstil Palembang, saya ingin menghadirkan sentuhan budaya Indonesia yang merepresentasikan semangat, energi, dan optimisme para atlet muda dalam membawa nama bangsa di panggung internasional. Pemilihan warna biru juga menjadi bagian dari interpretasi tersebut, menghadirkan karakter yang dinamis sekaligus tetap mempertahankan nilai tradisi,” ujar Ghea Panggabean.

“Bagi Sarinah, budaya bukan sesuatu yang hanya disimpan, tetapi pengalaman yang terus hidup dan bergerak bersama zaman. Ketika atlet muda kita melangkah di defilé Dakar 2026 dengan jumputan Palembang dan kebaya kutubaru, di situlah budaya Indonesia menjadi pengalaman yang bisa dilihat dan dirasakan dunia. Kolaborasi bersama para desainer lokal ini adalah wujud komitmen Sarinah sebagai retail-based cultural experience center untuk terus membuka ruang bagi karya lokal,” ujar Raisha Syarfuan, Direktur Utama PT Sarinah (Persero).

Dalam defilé, kontingen Indonesia tampil dalam dua sesi parade. Pada sesi pertama, Chef de Mission (CdM) Ita Yuliati tampil bersama atlet Zaidhar Maulana Ibrahim (skateboard) dan Reynard Delian Purwanto (renang). Zaidhar dan Reynard mengenakan setelan jas biru tua dan celana beige persembahan Wong Hang Tailor, yang dipadukan dengan sentuhan kasual berupa jersey bermotif jumputan. Sementara itu, Ita Yuliati tampil berwibawa mengenakan setelan blazer biru tua rancangan Rama Dauhan Studio yang dipadukan dengan hijab dan atasan bermotif jumputan.

Pada sesi parade berikutnya, atlet putra Nusrtdinov Zayan Fatih dari cabang olahraga equestrian tampil sebagai flag bearer, diikuti oleh perenang putri Michelle Surjadi Fang yang membawa country name placard. Nusrtdinov tampil mengenakan atasan jersey bermotif jumputan, sementara Michelle tampil anggun dalam balutan kebaya kutubaru berbahan jersey yang dipadukan dengan rok panjang biru tua rancangan Chossy Latu.

Kehadiran Kontingen Indonesia dalam balutan karya desainer dalam negeri ini tidak hanya menyiratkan kesiapan juang di arena pertandingan, tetapi juga menjadi medium diplomasi budaya untuk memperkenalkan keunggulan mode Indonesia ke kancah global. ***

wwwwww