Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
14 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
12 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
3
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
4
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
9 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
5
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
19 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
6
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
8 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Home  /  Berita  /  Metropolitan
Hearing Komisi III DPRD Dumai dengan PT Pelindo 1 dan KSOP

Insiden Penghalangan Anggota DPRD di Dermaga B PT Pelindo 1 Dumai Ternyata Untuk Menghalau Wartawan

Insiden Penghalangan Anggota DPRD di Dermaga B PT Pelindo 1 Dumai Ternyata Untuk Menghalau Wartawan
Suasana hearing Komisi III DPRD Kota Dumai dengan PT Pelindo 1 Cabang Dumai dan KSOP Dumai di Ruangan Melati Kantor DPRD Kota Dumai, Riau.
Selasa, 14 Juni 2016 03:55 WIB
Penulis: Friedrich Edward Lumy
DUMAI - Insiden penghalangan anggota DPRD Kota Dumai oleh pihak keamanan di Dermaga B PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) 1 Cabang Dumai, tanggal 2 Juni 2016 lalu, ternyata untuk menghalau masuknya wartawan yang akan meliput kejadian tumpahan Crude Palm Oil (CPO) dari ponton Anggoda ke pabrik PT Kreasi Jaya Adhikarya (KJA).

Hal itu diakui oleh Manager Kepanduan PT Pelindo 1 Cabang Dumai, Sam Arifin saat hearing bersama Komisi III DPRD Kota Dumai di ruangan melati Kantor DPRD Dumai, Riau, Senin (13/6/2016) kemarin.

"Saya mohon maaf. Kondisnya tidak akan seperti itu, jika tidak ada wartawan pada saat kejadian. Kami hanya menangkal wartawan masuk, bukan menangkal bapak-bapak (anggota Komisi III DPRD Kota Dumai, red)," ucapnya dihadapan GM PT Pelindo 1 Cabang Dumai, M Junaidi.

Dalam hearing itu, anggota DPRD Kota Dumai dari Komisi III, Johannes Tetalepta mempertanyakan kepada PT Pelindo 1, sulitnya masuk ke Dermaga B PT Pelindo 1. Bahkan anggota Komisi III yang berjumlah 4 orang sempat tertahan selama 1 jam di pintu gerbang Dermaga B oleh pihak keamanan.

"Masuk ke PT Pertamina saja, yang jelas merupakan objek vital, kita bisa masuk. Ini masuk ke dermaga PT Pelindo, susahnya bukan main. Kami tahu prosedur, bukan menghalangi kami dalam bekerja," ketus Johannes Tetalepta.

Pantauan GoRiau.com, saat hearing suasana sempat memanas, ketika pihak PT Pelindo 1 Cabang Dumai, tidak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh anggota Komisi III, Johannes Tetalepta. Hearing dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III, Hasrizal. Hearing berlangsung selama lebih kurang 30 menit.***

Kategori:Metropolitan
wwwwww