Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
14 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
3
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
12 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
4
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
9 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
5
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
19 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
6
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
8 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Home  /  Berita  /  Badminton
Ramadhan History

Ulama dan Laskar Fisabilillah Haji Khalil Abdussamad, Pengarang Kitab Khatam Alquran

Selasa, 14 Juni 2016 00:59 WIB
ulama-dan-laskar-fisabilillah-haji-khalil-abdussamad-pengarang-kitab-khatam-alquranHaji Khalil Abdussamad
PEKANBARU - Mungkin tidak banyak yang tahu ketokohan ulama Haji Khalil bin Haji Abdussamad dari kawasan Mandah dan Indragiri Hilir pada umumnya. Upaya menyebarkan Islam di daerah kekuasaan Amir dalam kerajaan Riau Bintan sangat besar pengaruhnya sampai saat ini.

Haji Khalil dilahirkan di Kampung Pulau, Rengat pada 24 Jumadil Awal tahun 1313 H atau 1896 M. Pada usia 8 tahun, Ia dibawa kedua orangtuanya tinggal di Makkah Al Mukarramah tepatnya di kampung Qararah lebih kurang 17 tahun.

Selama di sana, Haji Khalil banyak mendapatkan pendidikan agama dan berbagai bidang ilmu pengetahuan dengan sejumlah tokoh ulama besar Makkah dan ada juga guru-guru yang berasal dari Indonesia.

Setelah berumur 25 tahun dengan bekal ilmu yang dirasa cukup mapan, Haji Khalil berniat kembali ke tanah air. Sebelum sampai ke kampung asalnya, dia sempat singgah ke Singapura mengabdi sebagai guru agama di Madrasah Al Juned di daerah itu.

Pada tanggal 19 Zulhijjah 1339 H, Haji Khalil berhasil menuntaskan karya tulisnya berupa kitab utama Khatam Alquran yang mendapat pengakuan ulama-ulama besar di Singapura dan disahkan pada 26 Safar 1340 H melalui cap Haji Abdurrahman bin Haji Abdul Aziz di 39 Basra Sekretariat Singapura.

Lebih dari dua tahun mengasuh di Madrasah Al Juned, Haji Khalil bin Haji Abdussamad akhirnya sampai juga ke tanah air dan menetap di Kampung Nagiri di Mandah. Mulai menyebarkan ajaran ilmu tauhid. Kembalinya Haji Khalil disambut baik keluarga dan penduduk di kawasan itu. Murid-muridnya menyebar mulai dari Mandah, Igal, Gaung, Guntung dan wilayah Indragiri lainnya.

Selain sebagai tokoh agama, Haji Khalil juga amat dikenal sebagai pemimpin Laskar Fisabilillah untuk mengusir penjajahan Belanda pada waktu itu di semenanjung Indragiri bagian utara terutama di Mandah itu sendiri.

Imam Haji Khalil Abdussamad meninggal dunia pada usia yang ke-63 tahun bertepatan 17 Ramadhan 1379 atau 15 Maret 1960 di tempat peristirahatan terakhirnya Kampung Nagiri Khairiah Mandah. ***

Editor:Fahrul Rozi
Sumber:Uspianto, cucu H. Khalil Abdussamad
Kategori:PON, Riau, Badminton
wwwwww