Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
10 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
3
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
15 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
4
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
7 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
5
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
5 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
6
Kecerdikan Igor Tolic Baca Arah Permainan Melbourne Victory
Sepakbola
4 jam yang lalu
Kecerdikan Igor Tolic Baca Arah Permainan Melbourne Victory
Home  /  Berita  /  Olympic
Youth Olympic Games Dakar 2026

Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping

Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Atlet berkuda Indonesia Nusrtdinov Zayan Fatih. (NOC Indonesia)
Jum'at, 06 November 2026 18:07 WIB
Penulis: Azhari Nasution

DAKAR – Atlet berkuda Indonesia, Nusrtdinov Zayan Fatih, turut mengantarkan Tim Asia meraih medali emas pada kompetisi Continental Team yang diselenggarakan Federasi Equestrian Internasional (FEI) dalam rangkaian Youth Olympic Games Dakar 2026, Kamis (5/11/2026). Prestasi tersebut diraih setelah Tim Asia mencatatkan hasil terbaik dalam mixed continental team event yang dihitung dari dua babak kualifikasi Individual Jumping.

Dinov, sapaan akrab Nusrtdinov, tergabung dalam Tim Asia bersama tiga atlet lainnya, yakni Sresht Raju Mantena (India), Alya Adnan Awadh Almheiri (Uni Emirat Arab), dan Ruirui Sun (China). Keempatnya berkontribusi dalam keberhasilan Tim Asia mengungguli lima tim kontinental lainnya.

Bertanding di Equestrian Centre, Diamniadio, Senegal, Dinov mencatatkan waktu 87,12 detik dengan delapan poin penalti pada babak kualifikasi A dan menempati peringkat ke-10 pada 3 November lalu. Sedangkan di kualifikasi kedua, Dinov mencatatkan waktu 72,60 detik dengan empat poin penalti.

Hasil tersebut menempatkannya di urutan 11 dengan 12 poin penalti klasemen gabungan. Berdasarkan hasil resmi pertandingan, Dinov dinyatakan lolos ke babak final yang akan berlangsung pada Jumat (6/11/2026).

Hasil dari kedua babak kualifikasi individual Dinov turut dihitung dengan tiga atlet Asia lainnya dan mendapatkan nilai tertinggi di klasifikasi beregu FEI.

Kompetisi Continental Team sendiri diikuti 24 atlet yang terbagi dalam enam tim regional, yakni Afrika, Eropa, Inter-Amerika, Amerika Selatan, Asia, dan Intercontinental. Setiap tim terdiri dari empat atlet yang juga bertanding pada nomor individu.

Keberhasilan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi Dinov yang masih akan melanjutkan perjuangannya pada babak final Individual Jumping, Jumat (6/11/2026). 

“Senang sekali dan cuma bisa bersyukur. Namun, besok masih ada satu pertandingan lagi, jadi saya akan tetap berusaha fokus. Saya hanya ingin menjaga kondisi fisik untuk final dan bertanding semaksimal mungkin. Karena kemenangan itu datang dari Tuhan,” ujar Dinov.

Adaptasi dengan Kuda Undian Jadi Tantangan

Selain menghadapi persaingan ketat, para atlet equestrian di Dakar 2026 juga dituntut mampu beradaptasi dengan kuda yang disediakan panitia (borrowed horse) melalui sistem undian.

Dinov mengaku tidak kesulitan membangun chemistry dengan kuda yang digunakannya, Ucaral de Beaujour. “Kami harus beradaptasi dengan cepat. Setelah beberapa kali latihan, saya sudah cukup mengenal kuda yang saya gunakan, meskipun belum 100 persen. Namun, saya sudah bisa mengandalkannya,” jelas Dinov.

Terkait cuaca panas di Dakar, Dinov mengaku tidak mengalami kendala berarti karena terbiasa menjalani latihan di luar ruangan. “Karena saya sudah sering berolahraga di luar ruangan, menurut saya cuacanya tidak terlalu berbeda. Saya juga sangat senang bisa berada di Afrika,” tambahnya.

Dinov kini mengalihkan fokus sepenuhnya pada babak final individu yang akan berlangsung, Jumat (6/11). Sebagai informasi, medali emas Continental Team merupakan penghargaan dari FEI dan tidak termasuk dalam penghitungan medali resmi Dakar 2026.

Sementara itu, Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia untuk Youth Olympic Dakar 2026, Ita Yuliati, mengapresiasi kontribusi Dinov dalam keberhasilan Tim Asia meraih emas Continental Team FEI. Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi modal berharga bagi Dinov untuk menghadapi final individu sekaligus menambah pengalaman bertanding di level internasional.

“Alhamdulillah, kami bangga dengan kontribusi Dinov untuk Tim Asia. Ini menjadi pengalaman yang berharga sekaligus menambah kepercayaan dirinya menjelang final individu. Kami berharap Dinov bisa menjaga fokus, tampil maksimal, dan menjadikan pengalaman di Dakar sebagai bekal untuk terus berkembang hingga ke panggung Olimpiade senior,” ujar Ita. 

Hingga pukul 17.00 waktu Dakar atau 00.00 WIB pada 6 November, Tim Indonesia menempati peringkat ke-37 klasemen sementara perolehan medali Youth Olympic Games Dakar 2026 dengan koleksi satu perak dan satu perunggu. Medali perak dipersembahkan atlet wushu Asael Christo Jacob Rondonuwu dari nomor Men’s Changquan Combined, sementara perunggu diraih pejudo Sashenka Cahaya Fatimah dari kelas -63 kg putri.

Indonesia masih berpeluang meraih tambahan medali. Hari ini, empat atlet dari tiga cabang olahraga. Selain Dinov yang akan tampil pada final Individual Jumping, perenang Michelle Surjadi Fang dijadwalkan turun pada nomor 200 meter gaya kupu-kupu putri dan Reynard Delian Purwanto pada nomor 200 meter gaya bebas putra. Sementara itu, atlet triatlon putri Aira Martha Adistri juga akan memulai perjuangannya pada perlombaan yang berlangsung di Sally. ***

wwwwww