Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
10 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
3
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
10 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
15 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
9 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
10 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Riau
Ramadhan History

Sudah Berusia Hampir Dua Abad, Masjid Raya Baturijal Ini Tetap Kokoh

Sudah Berusia Hampir Dua Abad, Masjid Raya Baturijal Ini Tetap Kokoh
Masjid Raya Baturijal.
Jum'at, 17 Juni 2016 00:36 WIB
PEKANBARU - Masjid Raya Baturijal ini dibangun pada tahun 1827 berada di Pinggir Batang Kuantan,  Desa Baturijal, Indragiri Hulu. Meski usianya sudah hampir dua abad, namun bangunannya tetap kokoh berdiri di tengah masyarakat yang agamis.

Masjid ini awalnya dibangun atas kesepakatan bersama masyarakat setempat. Arsitektur masjid ini merupakan perpaduan gaya Melayu klasik dan Cina  dengan atap berbentuk limas.

Menara masjid yang cukup tinggi ini disangga empat tiang besar. Keempat tiang menandakan tiang sebelah barat dibangun oleh suku Kampung Besar, sebelah timur dibangun oleh masyarakat dari Baturijalhilir, sebelah selatan dibangun oleh suku Tiga Nenek, dan sebelah utara dibangun oleh suku Kampung Baru dan suku Kampung Kecik.

Hal ini menandakan kekerabatan yang sangat erat pada masyarakat kenegerian Baturijal sejak zaman dahulu. Konon tiang tersebut ditegakkan oleh tujuh orang saja.

Arsitektur masjid yang unik masih seperti aslinya di zaman kerajan Indragiri. Motif ukuran terdapat di dalam masjid sangat mempesona. Bangunan bertingkat tiga ini mempunyai atap yang terbuat dari kayu, dilantai dua terdapat ruang rapat sidang.

Sampai saat ini masjid tersebut jadi tempat utama berkumpulnya masyarakat setempat menunaikan ibadah agama. Terlebih lagi pada saat bulan Ramadhan seperti sekarang. ***

Editor:Fahrul Rozi
Kategori:PON, Riau
wwwwww