Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
10 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
3
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
10 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
15 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
9 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
10 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  PON

Mengerikan! 1.338 Hektar Lahan dan Hutan Riau Hangus Dibakar Selama 5 Bulan Terakhir, Berikut Ini Daftar 3 Teratas Kabupaten Terparah..

Mengerikan! 1.338 Hektar Lahan dan Hutan Riau Hangus Dibakar Selama 5 Bulan Terakhir, Berikut Ini Daftar 3 Teratas Kabupaten Terparah..
Petugas tengah memadamkan api di lahan yang terbakar (Foto: Satgas)
Kamis, 07 Juli 2016 14:19 WIB
Penulis: Chairul Hadi
PEKANBARU - Aktivitas perambahan dan pembakaran lahan dan hutan di Provinsi Riau seakan tidak pernah 'padam'. Berbagai upaya pun sudah dilakukan dalam menindak mereka. Namun nyatanya, dalam waktu lima bulan belakangan, perusak lingkungan ini sudah membakar habis sekitar 1.338 hektar lahan dan hutan.

Menurut data yang dirangkum GoRiau.com dari Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau mencatat, sejak Februari hingga Juli 2016 ini saja sudah 1.338 hektar lahan dan hutan di Riau terbakar, yang mencakup sembilan kabupaten/kota.

Hasil rekapitulasi merincikan, kabupaten tersebut antara lain Bengkalis, Siak, Pelalawan, Dumai, Kepulauan Meranti, Rohil, Kampar, Inhu dan Kota Pekanbaru. Dari semua itu, ada tiga besar daerah yang tercatat paling parah jadi sasaran kebakaran lahan dan hutan.

1. Kepulauan Meranti . Kabupaten termuda di Riau ini menempati urutan teratas terkait parahnya aktivitas kebakaran lahan dan hutan, di mana dalam lima bulan belakangan BPBD Riau mencatat ada sekitar 437,5 hektar sudah dibakar habis oleh perusak lingkungan.

Kawasan terparah, antara lain Desa Gayung Kiri, Medang, Penyagun, Topang, Wonosari, Dwitunggal, Tanjung Medang dan Bokor, di mana kesemuanya berada di Kecamatan Rangsang. Lalu di Kecamatan Tasik, Pulau Merbau, Tebingtinggi, Rangsang Pesisir dan Rangsang Barat.

2. Pelalawan. Top kedua adalah Kabupaten Pelalawan. Tercatat ada sekitar 301,75 hektar lahan dan hutan di sini sudah rata dibakar orang tak bertanggung jawab. Bahkan baru-baru ini, aktivitas terlarang itu sudah masuk ke Kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN).

Sesuai data yang didapat, selain di TNTN, aktivitas pembakaran itu paling banyak ditemukan di daerah Teluk Meranti. Disusul Kerumutan, Kuala Kampar dan terakhir Pangkalan Kerinci. Bahkan Satgas Udara dari Lanud Roesmin Nurjadin sempat beberapa kali menemukan pondok yang ditenggarai milik pelaku.

3. Rohil. Tiga besar terakhir ditempati Kabupaten Rohil. BPBD Riau mencatat, ada sekitar 190,25 hektar lahan dan hutan dibakar perambah. Lokasinya antara lain Kecamatan Tanah Putih, Bangko Pusako, Bangko Permata, Bangko, Bagan Sinembah Raya Utara dan Kecamatan Kubu.

Kondisi tersebut bahkan membuat 'berang' Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Marsma Henri Alfiandi. Ia bahkan mengancam akan 'mencomot' (menangkap, red) para perusak lingkungan tersebut, jika prajuritnya berhasil menemukan mereka.

Bahkan beberapa hari lalu, Pasukan Gabungan TNI, Polri dan BPBD membakar habis pondok yang ditemukan di sekitar kawasan terbakar, di area TNTN. Ketika itu tak satu pun ditemukan penghuninya yang diduga sudah melarikan diri. ***

Kategori:PON
wwwwww