Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
12 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
11 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
3
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
6 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
4
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Hukum
6 jam yang lalu
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
5
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
6 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
6
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
6 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Home  /  Berita  /  Badminton

Angkut Bawang Ilegal, Sudah Dua Boat Tenggelam di Seunuddon

Angkut Bawang Ilegal, Sudah Dua Boat Tenggelam di Seunuddon
Warga saksikan kapal pengangkut bawang yang hancur dihantam ombak di Pantai Lhok Pu Uek. [Jamaluddin Idris]
Selasa, 19 Juli 2016 00:45 WIB
Penulis: Jamaluddin Idris

LHOKSUKON - Panglima Laot Wilayah Perairan Seunuddon, Aceh Utara, Amir Yusuf, mengatakan, boat pengangkut bawang merah ilegal yang tenggelam di Pantai Lhok Pu Uek, merupakan boat kedua yang bernasib sama.

"Sudah dua kali boat pengangkut bawang merah ilegal tenggelam di wilayah Seunuddon, Aceh Utara. Sebelumnya terjadi di Kuala Teupin Kuyuen, sekarang di Lhok Pue Uek," kata Amir Yusuf kepada GoAceh, Senin (18/7/2016).

Boat yang tenggelam di Kuala Teupin Kuyuen, katanya, juga diduga mengangkut bawang merah ilegal dari Malaysia. Karena dihantam ombak besar, bawang angkutannya tumpah dan diambil warga sekitar.

Seperti diberitakan sebelumnya, boat pengangkut bawang merah ilegal ditemukan terdampar di Perairan Seunuddon tepatnya di Pantai Lhok Pu Uek, perbatasan Gampong Matang Puntong, Kecamatan Baktiya, Senin (18/7/2016).

Kondisi boat rusak parah. Bawang merah yang tumpah diambil warga sekitar dan dijual di pasaran seharga Rp3.000 per kilogram.

Editor:TAM
Kategori:Olympic, Beladiri, Ekonomi, Badminton
wwwwww