Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
22 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
23 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
23 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
23 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
21 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
13 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Badminton

Zulkifli Hasan: Bulan Agustus 2016, MPR Akan Gelar Agenda Penting

Zulkifli Hasan: Bulan Agustus 2016, MPR Akan Gelar Agenda Penting
Suasana Halal Bihalal dan Silaturahmi Pimpinan MPR dengan Wartawan Parlemen DPR/MPR. (Muslikhin/GoNews)
Rabu, 20 Juli 2016 17:24 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - MPR akan menyelenggarakan beberapa agenda penting, yakni Sidang Tahunan MPR pada 16 Agustus, Hari Konstitusi 18 Agustus, dan HUT MPR ke-71, 29 Agustus dan Sidang Tahunan MPR direncanakan dimulai pada pukul 09.00 WIB, di Gedung Nusantara, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta.

Hal tersebut diungkapkan Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, saat memberikan sambutan dalam acara Halal Bihalal dan silaturahmi antara Pimpinan MPR dengan para wartawan parlemen di Gedung Nusantara V, Rabu (20/07/2016) sore.

"Selepas Sidang Tahunan akan dilanjutkan dengan Pidato Presiden tentang Laporan Nota Keuangan 2017 di hadapan anggota DPR serta kemudian Sidang Bersama DPR-DPD Sidang Tahunan MPR akan dihadiri oleh pimpinan lembaga-lembaga negara lain yakni DPR, DPD, Presiden, BPK, KY, MA, dan MK, dan Sidang Tahunan bukanlah forum untuk meminta pertanggungjawaban lembaga negara termasuk pertanggungjawaban Presiden Sesuai Peraturan MPR Nomor 1 tahun 2014 Tentang Tata Tertib, sidang tahunan ini hanya mendengarkan laporan kinerja," sambutnya.

Sidang Tahunan MPR kata dia, merupakan tradisi politik yang baru dan konvensi ketatanegaraan yang baru dimulai pada Agustus 2015 lalu. Pada Sidang Tahunan MPR nanti juga akan dihadiri oleh mantan Presiden, Wakil Presiden, tokoh masyarakat, duta besar negara sahabat, serta diliput oleh media baik asing maupun nasional dan akan disiarkan secara langsung oleh stasiun televisi.

"Pada tanggal 18 Agustus 2016, MPR selanjutnya akan menggelar Hari Konstitusi. Tradisi MPR menggelar Hari Konstitusi dilakukan setelah pada 10 September 2008, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengeluarkan Keputusan Presiden No. 18 Tahun 2008 Tentang Hari Konstitusi. Tanggal 18 Agustus dipilih sebagai Hari Konstitusi sebab pada 18 Agustus 1945 ditetapkan UUD Tahun 1945. Dalam Hari Konstitusi biasanya selain diselenggarakan seremonial peringatan hari itu, juga digelar diskusi, seminar, dan kegiatan serupa yang membahas dan mengupas soal kekonstitusian," bebernya.

Kemudian kata politisi PAN ini, pada tanggal 29 Agustus 2016, MPR akan memperingati hari lahirnya yang ke-71 MPR yang lahir seiring dengan Indonesia merdeka, dimana dalam sejarahnya telah menorehkan berbagai catatan perjalanan bangsa.

"Sebagai lembaga negara, MPR merupakan lembaga yang pernah menyandang sebagai lembaga tertinggi dan kewenangan tertinggi, seperti mengangkat dan memberhentikan Presiden dan Wakil Presiden serta mengubah UUD. Meski statusnya sekarang sebagai lembaga negara, setara dengan lembaga lainnya namun kewenangan itu masih dimiliki oleh MPR." ujarnya.

Diakhir sambutan, Zulkifli juga menegaskan pada pemilu 2019 nanti isu pemilihan Presiden akan diambil alih oleh MPR itu merupakan isu keblinger. "Tidak benar, karena pemilihan Presiden mendatang kemungkinan besar masih tetap dipilih langsung oleh rakyat," pungkasnya. (***)

wwwwww