Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
23 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
2
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
5 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
3
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
23 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
4
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
23 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
5
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
23 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
6
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
24 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Home  /  Berita  /  Riau
Temuan Mengejutkan

Pulau Untut Jadi Pelabuhan Sandar Ilegal Kapal Tongkang PT Arara Abadi

Pulau Untut Jadi Pelabuhan Sandar Ilegal Kapal Tongkang PT Arara Abadi
Kapal tongkang pengangkut kayu milik PT Arara Abadi bersandar di Pulau Untut, Desa Labuhan Bilik, Kecamatan Teluk Meranti, Pelalawan, Riau.(Farikhin/GoRiau.com)
Jum'at, 22 Juli 2016 19:55 WIB
Penulis: Farikhin
PANGKALANKERINCI - Pulau Untut, Desa Labuhan Bilik, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau, kondisinya makin memprihatinkan. Pasalnya, pulau itu dijadikan tempat sandar ilegal kapal-kapal tongkang milik PT Arara Abadi.

Akibat kapal-kapal tongkang pengangkut kayu milik PT Arara Abadi bersandar, terjadi abrasi yang luar biasa serta rusaknya pepohonan yang ada di Pulau Untut.

Temuan tersebut disampaikan oleh Anggota DPRD Pelalawan, Nazaruddin Arnazh, kepada GoRiau.com, Jumat (22/7/2016), saat melakukan reses di Kecamatan Teluk Meranti.

Anggota DPRD dari daerah pemilihan (Dapil) II ini menjelaskan, saat ia bersama anggota DPRD lainnya dari Dapil II turun ke lokasi ditemukan sejumlah fakta yang mengejutkan.

"Kita khawatir Pulau Untut ini akan hilang. Karena sudah terjadi abrasi yang luar biasa serta rusaknya pepohonan di tepi pulau akibat kapal tongkang yang bersandar," beber Nazarudin Arnazh.

Lanjutnya, padahal Pulau Untut merupakan bagian dari kekayaan alam bagi Desa Labuhan Bilik.

"Jenis pohon yang ada di Pulau Untut, seperti Bakau, Api-api, Langgadai dan Tumuh. Yang terjadi, pohon-pohon itu sudah banyak yang rusak dan mati," ungkapnya.

Diungkapkan Nazaruddin, dari penuturan masyarakat setempat yang berprofesi sebagai nelayan, penghasilan mereka turun drastis sejak lalu lalangnya kapal-kapal tongkang milik perusahaan HTI tersebut.

"Ini harus menjadi perhatian serius dari pihak-poihak terkait, termasuk PT Arara Abadi," tegasnya.(***)

Kategori:Riau, Olympic
wwwwww