Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
12 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
13 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
9 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
5
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
7 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
6
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
7 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
Home  /  Berita  /  Badminton

Soal Rumah Bantuan, Keuchik Minta Dinas Cipta Karya Bertanggungjawab

Soal Rumah Bantuan, Keuchik Minta Dinas Cipta Karya Bertanggungjawab
Rumah Bantuan Kementerian PU di Gampong Ulee Rubek Barat, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara. [Jamaluddin Idris].
Sabtu, 23 Juli 2016 15:42 WIB
Penulis: Jamaluddin Idris
LHOKSUKON- Keuchik Gampong Ulee Rubek Barat, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, Badlisyah Yahya meminta Dinas Cipta Karya kabupaten setempat untuk bertanggungjawab terkait bantuan rumah untuk nelayan yang sudah direalisasikan 56 unit.

"Saya tidak bisa mengambil sikap. Karena awalnya Dinas Cipta Karya juga yang meminta kartu Kepala Keluarga (KK) nelayan. Dijanjikan rumah itu 100 unit, sehingga saya minta pada nelayan per KK Rp.500 ribu untuk tanah timbun. Kalau rumah tidak cair semua, saya harus pakai baju besi," katanya saat ditemui GoAceh, Sabtu (23/7/2016).

Badlisyah mengatakan, saat ini masyarakat Gampong Ulee Rubek Barat mulai mempertanyakan rumah bantuan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat itu. Meski didesak warga, dirinya juga belum bisa membagikan rumah bantuan itu.

"Saya minta Dinas Cipta Karya Aceh Utara langsung yang turun menemui warga Desa Ulee Rubek untuk menjelaskan kenapa 44 dari jumlah 100 unit rumah bantuan itu tidak dibangun," harapnya.

Kategori:PON, Badminton
wwwwww