Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
18 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
15 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
3
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
12 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
13 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
13 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
6
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
20 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Pilkada Aceh Telan Anggaran Mencapai Rp688 Miliar

Pilkada Aceh Telan Anggaran Mencapai Rp688 Miliar
Ilustrasi
Minggu, 24 Juli 2016 10:03 WIB
BANDA ACEH – Lembaga Kajian Institute for Development of Acehnese Society (IDeAS) baru-baru ini melakukan kajian dan analisa terhadap total kebutuhan anggaran yang dihabiskan untuk penyelenggaraan Pilkada Aceh 2017. Total biaya pemilihan gubernur dan 20 bupati/wali kota se-Aceh itu mencapai Rp688,8 miliar.

Lembaga itu menilai besarnya anggaran tersebut hanya untuk pihak penyelenggara saja, yaitu KIP Aceh dan KIP kabupaten/kota. Anggaran itu belum termasuk untuk Panitia Pengawas (Panwas) serta biaya pengamanan Pilkada.

Direktur Bidang Kajian Strategis IDeAS, M Kemal Aulia menuturkan, amatan IDeAS itu dilakukan terhadap publikasi Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) untuk Aceh dan 20 Kabupaten/Kota dari berbagai media. Termasuk tiga kabupaten/kota yang dananya dialokasikan dari KIP Aceh untuk melakukan pemilihan gubernur dan wakil gubernur saja, yaitu Pidie Jaya, Aceh Selatan, dan Subulussalam.

“Data semua NPHD yang kami input dari berbagai berita media menunjukkan KIP Kabupaten Aceh Utara sebagai pengguna jumlah anggaran tertinggi, yaitu mencapai Rp66,841 miliar. Sedangkan terendah yaitu KIP Kota Sabang dengan jumlah Rp. 7,184 miliar,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur IDeAS, Munzami menyatakan, selain ikut mengawasi agar pilkada berjalan lancar, aman, dan damai, seluruh stakeholder masyarakat Aceh juga perlu ikut mengawasi penggunaan anggaran publik yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh/Kabupaten (APBA/APBK) tersebut.

“Bukan tidak mungkin dalam pelaksanaan penggunaan anggaran tersebut rawan terhadap korupsi atau terjadi mark-up anggaran,” pungkasnya.

Pihaknya berharap semua elemen masyarakat Aceh bersinergis mengawasi pengelolaan dana pilkada yang begitu besar tersebut agar tidak disalahgunakan oleh para pemangku kepentingan. Sehingga dana yang berlimpah itu dapat dipergunakan seefisien mungkin untuk suksesnya penyelenggaran Pilkada serentak Februari 2017 mendatang.

Editor:Kamal Usandi
Sumber:okozone.com
Kategori:Aceh, Metropolitan
wwwwww