Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
24 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
2
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
20 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
3
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
20 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
4
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
19 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
5
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
20 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
6
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Sepakbola
17 jam yang lalu
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Home  /  Berita  /  Badminton

Satpol PP Kembali Tertibkan Pasar Pusong Lhokseumawe

Satpol PP Kembali Tertibkan Pasar Pusong Lhokseumawe
Petugas Satpol PP menertibkan lapak pedagang di Pasar Pusong, Kota Lhokseumawe, Senin (25/7/2016)
Senin, 25 Juli 2016 12:34 WIB
Penulis: Sarina

LHOKSEUMAWE - Puluhan pedagang yang biasa berjualan di bahu jalan daerah pasar Pusong, Kota Lhokseumawe, ditertibkan oleh petugas Satpol, Senin (25/7/2016). Lapak dagangan mereka yang terbuat dari kayu dan terpal itu, dibongkar paksa dan diangkut ke kantor Satpol PP.

Kepala Satpol PP dan WH Kota Lhokseumawe, M Irsyadi mengatakan, penertiban ini bukan penggusuran, tetapi dalam rangka menciptakan suasana kota yang bersih. "Adapun sebelum penertiban hari ini dilaksanakan, satu pekan sebelumnya sudah kami peringatkan untuk menertibkan lapak jualan mereka ke tempat yang sudah disediakan," ujarnya.

"Saya merasa senang dengan adanya penertiban pasar ini, karena kami semua sudah diberikan lapak untuk berjualan. Namun ada sebagian pedagang malah menjualnya, dan lebih memilih berjualan di bahu jalan, sehingga pembeli lebih memilih membeli yang di badan jalan, bukan ke pasar yang sudah disediakan," salah seorang penjual sayur, Marlina.

Menurut Marlina, penertiban di lokasi itu oleh petugas tidak kurang dari tiga kali, namun mereka tidak mematuhinya juga. Masih menurut Marlina, waktu pembagian lapak di dalam pasar yang baru difungsikan awal 2015 itu diduga tidak adil.

"Sebagian lapak dibagikan kepada orang yang tidak jualan, sehingga beberapa tempat terlihat kosong dan tidak ada penjual,” ujarnya.

Editor:Kamal Usandi
Kategori:Ekonomi, Badminton
wwwwww