Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
20 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
16 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
17 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
12 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
12 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
12 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Badminton

Terapkan Kebijakan Amburadul, PGC Digruduk Pedagang

Terapkan Kebijakan Amburadul, PGC Digruduk Pedagang
Aksi protes PGC. (GoNews.co/Holang)
Kamis, 28 Juli 2016 18:28 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Sejumlah massa yang tergabung dalam Asossiasi Pedagang Grosir Cililitan (AP PGC) melakukan aksi demonstrasi di Depan Gedung PGC Pada Senin (28/7/2018).

Massa yang berjumlah lebih dari puluhan orang tersebut melakukan aksi unjuk rasa bertujuan untuk menolak kebijakan service charger pengembang yang merugikan mereka.

"Tolak kenaikan service charger. Kami minta pengelolaan yang profesional dan jangan abal-abal," teriak koordinator aksi, Lodi Fadila yang diikuti yel-yel menuntut keadilan dari massa lainnya.

Lodi melanjutkan, pihaknya juga meminta kepada pengembang PGC supaya mengkaji ulang aturan yang ada secara rasional serta mengutamakan transparansi.

"Kami minta hargai aspirasi kami sebagai pedagang. Jangan hanya kewajiban kami saja yang diminta. Tolak kenaikan service charger," tegasnya.

"Apa yang kami kerja selama ini tidak tercapai. Kami sebagai pedagang merasa beban dengan kenaikan tersebut. Kami minta hak kami supaya seimbang," tambahnya.

Aksi demonstrasi yang berjalan selama dua jam tersebut dijaga ketat oleh aparat Kepolisian Polsek Kramat Jati dengan jumlah personil 50 orang.

Usai berdemonstrasi, para pengunjuk rasa tersebut bertemu dengan Kapolsek Kramat Jati, Kompol Supoyo. Dalam pertemuan singkat tersebut Supoyo meminta para demonstran untuk melakukan aksi mediasi dengan pengembang.

Sayangnya para demonstran tersebut tidak mengindahkan solusi dari aparat kepolisian. Mereka pun langsung bubar.

Meski demikian, Supoyo meminta para demonstran menyelesaikan kasus tersebut secara damai tanpa adanya kegaduhan. "intinya diselesaikan dengan baik saja," pungkasnya. (***)

wwwwww