Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
20 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
17 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
17 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
13 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
13 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
12 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Badminton

'Ratapan Anak Tiri' Terjadi di Sidimpuan

Ratapan Anak Tiri Terjadi di Sidimpuan
Fitri Lenniwati Harahap saat mendampingi korban usai diperiksa di Polres Padangsidimpuan, Kamis (28/7/7). (Reza)
Kamis, 28 Juli 2016 18:25 WIB
Penulis: Reza
PADANGSIDIMPUAN - RS (10), siswa kelas 5 SD ini mengaku kerap mendapat perlakuan kasar dari ibu tirinya SR, warga Jalan Sutan Soripada Mulia. Perlakukan kasar itu hanya gara-gara melakukan pekerjaan rumah tidak benar, dan tubuh bocah yang tidak mengetahui keberadaan ibu kandungnya, penuh dengan bekas cubitan dan luka.

"Ini semua bekas cubitan mamak (ibu tiri,red). Bekas luka yang di kepala dan muka saya juga akibat dilempar mamak," ungkap RS sedih sambil menunjukkan berbagai bekas luka di bagian badan dan wajahnya, saat ditemui di Kantor Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak Yayasan Burangir di Kota Padangsidimpuan, Kamis (28/7/2016).

Sementara itu, Direktur Eksekutif Yayasan Burangir, Fitri Lenniwati yang mendampingi korban mengaku mengetahui adanya kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) itu setelah ada pihak warga yang melaporkannya.

"Saya mendapat telepon dari pihak sekolahnya yang melaporkan bahwa ada murid mereka yang mengaku sering diperlakukan kasar oleh ibu tirinya. Makanya kita datang dan menjemputnya dari sekolahnya," jelas Fitri.

Selanjutnya, pihaknya melaporkan hal tersebut ke Polres Padangsidimpuan. "Ini sebuah kasus kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh seorang ibu kepada anak tirinya, dan kondisi fisiknya terlihat memperihatinkan. Begitu juga dengan psikisnya. Dan sudah kita laporkan ke polisi untuk ditindak lanjuti." Pungkasnya dan siap untuk mendampingi korban.

Editor:Arif
Kategori:Olympic, Badminton
wwwwww