Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
21 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
17 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
18 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
14 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
14 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
13 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta
Perombakan Kabinet Kerja 2014-2019

Didepak dari Menteri, Jonan Diusulkan Jadi Gubernur NTT

Didepak dari Menteri, Jonan Diusulkan Jadi Gubernur NTT
Mantan Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan. (net)
Kamis, 28 Juli 2016 17:57 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ignasius Jonan, secara resmi keluar dari Kabinet Kerja pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, pasca dilantiknya Budi Karya Sumadi pada Rabu, 27 Juli 2016. Selama ini Budi menjabat sebagai Direktur Utama Angkasa Pura II.

Namun, terdepaknya Jonan – mantan Direktur Umum PT Kereta Api Indonesia itu – tidak lantas mengurangi dukungan terhadapnya.

Sejumlah pemuda Nusa Tenggara Timur (NTT) misalnya, mengharapkan agar dia maju dalam bursa calon gubernur provinsi yang identik dengan kemiskinan tersebut dalam Pilgub 2018 mendatang.

Mereka mengklaim Jonan adalah sosok yang memiliki kemampuan manajerial handal, mampu menata birokrasi dan semua potensi yang ada di NTT serta mengeluarkan NTT dari lilitan persoalan.

“NTT adalah daerah miskin dan terbelakang. Maka, sebenarnya kita butuh pemimpin seperti Jonan yang mampu bekerja, membuka lapangan kerja, mengurangi pengangguran dan membenah infrastruktur,” kata Ferdy Hasiman, salah satu pemuda asal NTT seperti yang dilansir dari  Floresa.co.

Kata dia, jika NTT dipimpin Jonan, masyarakat tidak perlu lagi ramai-ramai menjadi pegawai negeri sipil (PNS) atau mencari kerja di luar NTT, karena di NTT sendiri banyak pilihan lapangan pekerjaan.

Penilaian Ferdy mengacu pada rekam jejak Jonan selama menjadi menteri. Ia menganggap paket-paket kebijakannya sangat berpihak kepada kemajuan dan kemakmuran masyarakat, khususnya Indonesia bagian timur.

Pembagunan infrastruktur seperti bandara dan pelabuhan telah dilakukannya di banyak tempat di Indonesia, kata Ferdy.

Maka, jelasnya, menjadikan Jonan sebagai figur nomor satu di NTT merupakan solusi atas berbagai persoalan yang melilit NTT. “Saatnya kita orang NTT membuka pikiran untuk mengusung tidak hanya orang-orang asli NTT tetapi juga orang luar yang memiliki kepedulian terhadap NTT,” sambungnya.

“Jakarta misalnya sudah menjadi kota model berkat keterbukaannya terhadap Jokowi dan Ahok yang datang dari luar Jakarta,” lanjut Ferdy.

Ferdy juga mengatakan, kurangya kompetensi para bakal calon yang akan maju dalam Pilgub mendatang menjadi salah satu alasan mendukung alumus Universitas Airlangga Surabaya itu. “NTT saat ini tidak memiliki pemimpin yang bisa bekerja efektif seperti Jonan. Sebaliknya yang ada orang-orang yang pandai bersilat lidah, hanya pandai berwacana dan tidak tidak memiliki kerja nyata”, pungkasnya.

Sementara Jonan, kata dia, sukses menyulap PT Kereta Api Indonesia menjadi salah satu BUMN handal dan moda transportasi terbaik di Indonesia. Jauh sebelum itu, kata Ferdy, Jonan juga sukses di kursi Direktur City Bank.

Thomas Suwarta, pemuda lain dari NTT melihat Jonan sebagai sosok yang memiliki konsep strategis tentang masa depan bangsa dan negara.

Salah satunya, kata dia, bagaimana memajukan NTT. Di level nasional, jelas Thimas, Jonan telah banyak membangun infrastruktru perhubungan seperti bandara, pelabuhan dan lainnya. Dan, selama jadi menteri, Jonan sering mengunjungi provinsi yang lagi geliat dalam sektor pariwisata itu.Agendanya ke sana, menurutnya, sebagai usaha dan rencana memajukan potensi yang ada di NTT. “Memang, dicopotnya ia dari menteri menjadi kerugian bagi Indonesia khususnya Indonesia Timur dan termasuk NTT,” kata Thomas. (***)

Sumber:Flores.co
Kategori:PON, Olympic, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww