Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
11 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
23 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
3
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
22 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
4
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
Sepakbola
20 jam yang lalu
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
5
Marc Klok Terlecut Balas Pengorbanan Suporter Persib Yang Borong Tiket ACL 2
Sepakbola
20 jam yang lalu
Marc Klok Terlecut Balas Pengorbanan Suporter Persib Yang Borong Tiket ACL 2
6
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
13 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Home  /  Berita  /  SEA Games

NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027

NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Raja Saapta Oktohari. (NOC Indonesia)
Rabu, 04 November 2026 18:07 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA – Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) mencermati keputusan Federasi Pesta Olahraga Asia Tenggara (Southeast Asian Games Federation/SEAGF) terkait penetapan daftar final cabang olahraga (cabor) dan nomor pertandingan yang akan dipertandingkan pada SEA Games ke-34 Malaysia 2027.

Sejumlah cabor yang selama ini menjadi andalan Indonesia dalam mendulang medali, termasuk panjat tebing, dayung, voli pantai, serta nomor beregu putra dan putri bulutangkis, tidak masuk dalam program pertandingan yang telah diputuskan. Cabor lain yang tidak dipertandingkan di SEA Games 2027 yakni gulat, catur, jujitsu, kickboxing, bola tangan dan triathlon.

Berdasarkan dokumen resmi yang disetujui dalam rapat SEAGF (South East Asia Games Federation) Executive Committee pada 30 Oktober 2026, SEA Games Malaysia 2027 akan mempertandingkan 473 nomor dari 43 cabang olahraga. Jumlah tersebut lebih ramping dibandingkan SEA Games Thailand 2025 yang mempertandingkan sekitar 50 cabang olahraga dengan 573 nomor pertandingan.

SEA Games Malaysia 2027 dijadwalkan berlangsung pada 18–29 September 2027 dan diselenggarakan di empat klaster, yakni Kuala Lumpur, Sarawak, Penang, dan Johor. Di tengah kepastian program pertandingan tersebut, NOC Indonesia menaruh perhatian terhadap sejumlah cabor dan nomor pertandingan yang selama ini memberikan kontribusi signifikan bagi prestasi Kontingen Indonesia di tingkat Asia Tenggara.

Panjat tebing, dayung, voli pantai, serta nomor beregu putra dan putri bulutangkis merupakan bagian penting dari kekuatan olahraga Indonesia. Absennya cabang maupun nomor pertandingan tersebut tentu menjadi perhatian tersendiri, mengingat rekam jejak atlet Indonesia yang telah membuktikan kemampuan bersaing dan meraih prestasi di berbagai edisi SEA Games.

Pada SEA Games Thailand 2025, Indonesia mencatatkan prestasi membanggakan dengan menempati posisi kedua klasemen akhir dengan meraih 91 medali emas, 111 perak, dan 131 perunggu. Pencapaian tersebut menjadi salah satu hasil terbaik Indonesia dalam tiga dekade terakhir, sekaligus menunjukkan perkembangan daya saing atlet Indonesia di kawasan Asia Tenggara.

Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menegaskan bahwa Indonesia menghormati mekanisme dan kewenangan SEAGF dalam menetapkan program pertandingan. Namun, menurutnya, penyusunan program olahraga dalam pesta olahraga regional harus tetap memperhatikan prinsip keseimbangan, kesempatan yang setara, serta perkembangan prestasi seluruh negara ASEAN.

"SEA Games merupakan pesta olahraga bersama negara-negara Asia Tenggara. Karena itu, penyusunan cabang olahraga dan nomor pertandingan idealnya mempertimbangkan kepentingan seluruh negara anggota, bukan hanya aspek penyelenggaraan tuan rumah. Kita tentu menghormati keputusan yang telah ditetapkan melalui mekanisme SEAGF, tetapi penting bagi kita untuk terus mendorong agar SEA Games memberikan ruang kompetisi yang proporsional dan kesempatan yang adil bagi seluruh atlet di Asia Tenggara," ujar Okto, sapaan karib Raja Sapta Oktohari.

Okto menambahkan, keberadaan cabang olahraga unggulan tidak semata-mata berkaitan dengan peluang memperoleh medali, tetapi juga menyangkut kesinambungan pembinaan atlet, pengembangan ekosistem olahraga, dan kesempatan bagi atlet untuk mengukur kemampuan mereka di tingkat regional. Meskipun di satu sisi, Tim Indonesia merasa dirugikan karena cabor unggulan seperti bulutangkis dan panjat tebing tidak dipertandingkan.

"Ketika sebuah cabang olahraga yang memiliki rekam jejak prestasi internasional tidak dipertandingkan, dampaknya bukan hanya terhadap perolehan medali satu negara. Ada proses pembinaan panjang, investasi sumber daya manusia, serta perjalanan atlet yang membutuhkan panggung kompetisi. Kita ingin SEA Games tetap menjadi ajang yang mendorong peningkatan kualitas olahraga di Asia Tenggara," lanjutnya.

NOC Indonesia juga menilai pentingnya komunikasi dan koordinasi berkelanjutan dengan SEAGF serta seluruh anggotanya untuk memastikan penyelenggaraan SEA Games tetap berorientasi pada program Olimpiade. Di sisi lain, NOC Indonesia menegaskan bahwa penyesuaian program pertandingan tidak boleh mengurangi semangat persiapan Indonesia.

Pengalaman SEA Games Thailand 2025 menjadi modal penting. Keberhasilan Indonesia menempati peringkat kedua dengan 91 medali emas membuktikan bahwa pembinaan yang terarah, persiapan yang matang, serta sinergi seluruh pemangku kepentingan dapat menghasilkan prestasi membanggakan.

"Fokus kita tetap sama, yaitu mempersiapkan atlet Indonesia agar mampu memberikan prestasi terbaik dengan mengumandangkan Indonesia Raya sambil mengibarkan Merah Putih sesering mungkin. Kita tidak boleh kehilangan semangat hanya karena ada perubahan program pertandingan. Justru ini menjadi momentum untuk mengevaluasi kekuatan, menyusun strategi, dan memastikan setiap atlet yang berangkat ke Malaysia memiliki persiapan terbaik," tutupnya. ***

wwwwww