Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
13 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
2
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
12 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
3
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
13 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
4
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
10 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
15 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
10 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Home  /  Berita  /  Badminton

Pasca Kerusuhan Tapal Batas Sijunjung-Dharmasraya, Korban Rumah Terbakar Minta Uluran Tangan Pemerintah

Pasca Kerusuhan Tapal Batas Sijunjung-Dharmasraya, Korban Rumah Terbakar Minta Uluran Tangan Pemerintah
Puing-puing sisa kerusuhan tapal batas Sijunjung-Dharmasraya.
Sabtu, 30 Juli 2016 13:09 WIB
Penulis: Eko Pangestu
DHARMASRAYA - Pasca kerusuhan diduga soal tapal batas Sijunjung-Dharmasraya yang mengakibatkan sepuluh buah rumah dan bedeng milik warga Kampung Surau, Kecamatan Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya terbakar. Aksi ini dilakukan kemaren oleh warga Parit Rantang Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten sijunjung Sabtu 30 Juli 2016.

Salah seorang pemilik rumah yang menjadi korban dalam kerusuhan kemarin bernama panggilan Ujang umur 46 tahun warga Kampung Surau yang di temui di bekas tempat kejadian peristiwa, saat mencari puing puing bekas rumah terbakar, mengatakan ia sangat kecewa dan kesal atas peristiwa yang kemarin.

"Waktu kejadian saya tidak ada di rumah yang ada adalah anak dan istri saya yang lagi jualan di sini. Mendengar rumah saya salah satu korban kebakaran makannya saya pulang kerumah ternyata rumah warung tempat saya berjualan dan tinggal tidak bisa di selamat seperti telivisi, kulkas dan lemari baju yang tidak di keluarkan habis hangus terbakar," katanya nelangsa.

Apa lagi saat ini dalam masa anak sekolah kita butuh biaya. Ia berharap kepada pemerintah kabupaten untuk memperhatikan keadaan kami ini.Dan semoga pelaku perusakan terhadap rumah dan rumah tetangga ini semoga di tangkap dan kejadian ini jangan sampai terulang lagi.

"Semoga menjadi hikmah atas kejadian ini," ucap Ujang dengan nada sedih dan ia mengaku rugi puluhan juta rupah. (***)

Editor:Calva
Kategori:Olympic, Badminton
wwwwww