Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
9 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
21 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
3
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
23 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
4
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
20 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
5
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
22 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
6
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
Sepakbola
18 jam yang lalu
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta

Masuknya Penyelundupan Textil di Jakarta Timur, Ternyata Melalui Tembilahan Riau

Masuknya Penyelundupan Textil di Jakarta Timur, Ternyata Melalui Tembilahan Riau
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Awi Setiyono. (istimewa)
Senin, 01 Agustus 2016 19:34 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Fadil Imron mengatakan penyelundupan tekstil ilegal yang diamankan di Jakarta Timur, masuk dari Korea Selatan dan Jepang.

"Hasil pemeriksaan, barang ini didatangkan dari Korea dan Jepang. Barang ini dikumpulkan di Malaysia, masuk ke Tembilahan Riau lewat pelabuhan tikus," katanya di Gudang Penyimpanan tekstil ilegal Cakung, Jakarta Timur, Senin (1/8/2016).

Ia menambahkan, barang yang masuk dari Riau kemudian didistribusikan lewat jalur darat ke Jakarta, Bandung, Surabaya dan Semarang.

"Dari wilayah Riau bergerak ke Jakarta lewat jalur darat lewat pantai timur Sumatera di pelabuhan Bakauheuni Lampung lanjut ke Pelabuhan Merak," jelasnya.

Dirinya juga menjelaskan, latar pengungkapan kasus ini adalah target kejahatan ekonomi dari pencanganan program prioritas dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Dimana, salah satunya kegiatan impor yang ganggu perekonomian.

"Kami mensinyalir masih banyak barang yang masuk ke Indonesia secara ilegal lebih lewat pantai timur Indonesia. Barang ini bisa datang dari Cina, Korea, Jepang," ujar mantan Kapolres Jakarta Barat ini.

Diberitakan sebelumnya, Subdit Ill Sumdaling Ditreskrimsus Polda Metro Jaya berhasil membongkar sindikat penyelundupan textil dan pakaian bekas di Jakarta Timur, Jumat (29/7/2016).

Dalam kasus ini, Polisi mengamankan 12 orang tersangka diantaranya HS sebagai pemilik usaha. Meski demikian, masih ada dua orang PR dab UD yang ikut membantu HS yang kini jadi DPO.Para tersangka yang diamankan adalah HS dibantu oleh rekannya yang bemama PR dan UD (DPO).Selain HS, Polda juga mengamankan 11 orang pekerja yaitu SKM (29) sebagai mandor gudang, NHD (36) asisten mandor, WL (31) buruh angkut, BS (37), pembeli/pedagang di pasar Senen, RD (44) sopir truk, DSL als D (46) sopir truk, AAZS (43), sopir truk, JRM alias JN (47) sopir truk, SHM (45) sopir truk, dan SSD alias SND (27) sopir truk. (***)

wwwwww