Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
20 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
2
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
8 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
3
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
22 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
4
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
24 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
5
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
19 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
21 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta

Waduh...,Bea Cukai Akui Ada 100 Pelabuhan Tikus di Tembilahan Riau

Waduh...,Bea Cukai Akui Ada 100 Pelabuhan Tikus di Tembilahan Riau
Ilustrasi.
Senin, 01 Agustus 2016 19:26 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Kabid Penindakan dan Penyidikan (P2) Dirjen Bea Cukai Kanwil Riau dan Sumatera Barat Abdul Kharim menyatakan, ada sekitar 100 pelabuhan tikus di wilayah Tembilahan Riau yang kerap dijadikan pintu masuk penyelundupan tekstil ke Indonesia.

"Pelabuhan tikus banyak di Tembilahan saja lebih dari 100. Sepanjang pantai timur Sumatera berpotensi jadi pelabuhan tikus," katanya, saat berada di Gudang penampungan tekstil ilegal di Cakung, Jakarta Timur, Senin (1/8/2016).

Ia pun mengaku pihaknya memang sedikit kesulitan menjaga pantai timur Sumatera dari penyelundupan tekstil ilegal. Salah satu alasannya karena keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM).

"Karena banyak potensi di Pantai Timur Sumatera, untuk itu besar sekali kemungkinan karena keterbatasan SDM dan Sarana Prasarana. Tapi kami berusaha terus dengan patroli terpadu sehingga selama ini sudah banyak hasilnya," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Subdit Ill Sumdaling Ditreskrimsus Polda Metro Jaya berhasil membongkar sindikat penyelundupan Textil dan pakaian bekas di Jakarta Timur, Jumat (29/7/2016) dini hari.

Barang itu didatangkan dari Korea Selatan dan Jepang dan ditampung di perairan Malaysia. Setelah itu masuk lewat pelabuhan tikus ke Tembilahan Riau.

Dalam kasus ini, Polisi mengamankan 12 orang tersangka. Diantaranya HS sebagai pemilik usaha. Meski demikian masih ada dua orang PR dab UD yang ikut membantu HS yang kini jadi DPO.

Para tersangka yang diamankan adalah HS dibantu oleh rekannya yang bemama PR dan UD (DPO). Selain HS Polda juga mengamankan 11 orang pekerja yaitu SKM (29) sebagai mandor gudang, NHD (36) asisten mandor, WL (31) buruh angkut, BS (37), pembeli/pedagang di pasar Senen, RD (44) sopir truk, DSL als D (46) sopir truk, AAZS (43), sopir truk, JRM alias JN (47) sopir truk, SHM (45) sopir truk, dan SSD alias SND (27) sopir truk. (***)

wwwwww