Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
12 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
23 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
3
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
14 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
4
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
Sepakbola
21 jam yang lalu
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
5
Marc Klok Terlecut Balas Pengorbanan Suporter Persib Yang Borong Tiket ACL 2
Sepakbola
21 jam yang lalu
Marc Klok Terlecut Balas Pengorbanan Suporter Persib Yang Borong Tiket ACL 2
6
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
9 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta

Polda Metro Jaya Berhasil Bongkar Penyelundup Textil Melalui Tembilahan Riau di Jakarta Timur.

Polda Metro Jaya Berhasil Bongkar Penyelundup Textil Melalui Tembilahan Riau di Jakarta Timur.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Awi Setiyono. (istimewa)
Senin, 01 Agustus 2016 19:42 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Subdit Ill Sumdaling Ditreskrimsus Polda Metro Jaya berhasil membongkar sindikat penyelundupan Textil dan pakaian bekas yang diduga berasal dari Jepang, Malaysia dan Singapura. Barang tersebut, diduga diselundupkan melalui Kabupaten Tembilahan Provinsi Riau.

Pembongkaran sindikat penyelundup tersebut, terjadi di Jakarta Timur, Jumat (29/7/2016) dini hari.

Hal tersebut diungkapkan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono saat Konfrensi Pers, Senin (1/8/2016).

"Tepatnya TKP di gudang penyimpanan barang-barang import di Jalan Inspeksi Banjir Kanal TImur, RT 01 Kelurahan Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur," kata Kombes Awi.

Dalam kasus ini kata Kombes Awi, petugas mengamankan 12 orang tersangka diantaranya HS sebagai pemilik usaha. Meski demikian, masih ada dua orang PR dab UD yang ikut membantu HS yang kini jadi DPO.

"HS dibantu oleh rekannya yang bemama PR dan UD (DPO). Selain HS Polda Metro juga mengamankan 11 orang pekerja yaitu SKM (29) sebagai mandor gudang, NHD (36) asisten mandor, WL (31) buruh angkut, BS (37), pembeli/pedagang di pasar Senen, RD (44) sopir truk, DSL als D (46) sopir truk, AAZS (43), sopir truk, JRM alias JN (47) sopir truk, SHM (45) sopir truk, dan SSD alias SND (27) sopir truk," tukasnya.

Menurut Kombes Awi, pengungkapan ini dilakukan dengan menindaklanjuti kebijakan Presiden Republik Indonesia agar melakukan peningkatan dan pengawasan terhadap pelabuhan pelabuhan kecil untuk menghentikan berbagai kegiatan penyelundupan barang- barang impor illegal.

"Perbuatan tersebut dilakukan oleh tersangka HS yang dibantu oleh dan PD (DPO) dengan cara mengimpor textile dan pakaian bekas dari negara Jepang dan Korea melalui pelabuhan kecil yang pengawasannya kurang," pungkasnya. (***)

wwwwww