Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
22 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
2
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
23 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
3
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
10 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
4
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
9 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
5
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
KONI
22 jam yang lalu
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
6
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
4 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Home  /  Berita  /  Badminton

Pemilik Apotek Lekong Farma Berstatus Sebagai Saksi, Polisi Dalami Peredaran Serum Palsu di Pekanbaru

Pemilik Apotek Lekong Farma Berstatus Sebagai Saksi, Polisi Dalami Peredaran Serum Palsu di Pekanbaru
Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Tonny Hermawan R SIK didampingi Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bimo Ariyanto SH SIK saat ekspos pengungkapan serum palsu di halaman Mapolresta Pekanbaru, Rabu siang
Rabu, 03 Agustus 2016 13:35 WIB
Penulis: Barkah Nurdiansyah
PEKANBARU - Terkait dengan penggerebekan apotek Lekong Farma yang diduga menjual serum palsu, Rabu (3/8/2016) siang. Satreskrim Polresta Pekanbaru, Provinsi Riau, masih melakukan pemeriksaan mendalam terhadap BY pemilik apotek.

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bimo Ariyanto SH SIK, Rabu (3/8/2016) mengatakan, status BY yang merupakan pemilik apotek, sementara ini sebagai saksi atas kasus dugaan menjual serum palsu tersebut.

"Kita masih selidiki lebih lanjut, namun dari barang bukti yang kita amankan dari apotek milik BY, ratusan ampul serum tersebut sama persis dengan ratusan serum anti tetanus dan serum anti bisa ular yang berhasil diamankan dari dua pelaku pengecer berinisial S dan P," kata Bimo.

Sementara itu, Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Tonny Hermawan R SIK, menegaskan, pihaknya masih akan melakukan pengembangan lebih lanjut untuk mencari pemasok dan pembuatnya. Sedangkan, kedua pelaku S dan P bertugas sebagai pengecer.

"Kita akan kembangkan ke atasnya lagi untuk mencari tahu pembuatnya, pengakuan S dan P baru sekali. Salah satu cara mengetahui serum palsu atau asli dengan harga jualnya. Untuk serum asli dijual seharga Rp160 ribu per ampul, sedangkan yang palsu dijual seharga Rp60 sampai Rp70 ribu per ampulnya," papar Kapolresta.***

wwwwww