Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
20 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
22 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
21 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
22 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
20 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
11 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Badminton

Alman Hudri: Panahan Harus Belajar Banyak

Alman Hudri: Panahan Harus Belajar Banyak
Sekjen Perpani, Alman Hudri (baju batik).
Jum'at, 12 Agustus 2016 23:21 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Kekalahan pemanah andalan Indonesia, Riau Ega Agatha dari Mauro Nespoli dari Italia dengan skor telak 0-6 dalam pertandingan babak 16 besar nomor Recurve perseorangan putra Olimpiade Rio de Jeneiro 2016 merupakan pukulan berat bagi PB Perpani.

Pasalnya, Ega diharapkan mampu mengulang sukses trio srikandi Indonesia, Nurfitriyana Saiman, Lilis Handayani dan Kusuma Wardhani yang meraih perak di Olimpiade Seoul 1988.

"Sesungguhnya kami berharap banyak kepada Ega untuk bisa mengulang sukses Olimpiade Seoul 1988," kata Sekjen PB perpani, Alman Hudry yang dihubungi GoNews.co, Jumat (12/8/2016) malam.

Menurut Alman, masalah kesiapan mental menjadi faktor utama kekalahan Ega. Hal ini terkait dengan keberhasilan Ega mengalahkan juara dunia asal Korea, Kim Woo-jin di babak 32 besar.

"Keberhasilan Ega mengalahkan juara dunia menjadi bumerang ketika hanya sanjungan yang dia terima, tanpa ada yang menyadarkan bahwa dia harus kembali mengevaluasi diri dan mempersiapkan pertandingan yang akan dihadapi," kata Alman.

Dengan kegagalan itu, kata Alman, menjadi bukti bahwa pemanah Indonesia masih banyak kekurangan dibandingkan dengan atlet dari negara lain. "Para atlet memang sudah berjuang dan berprestasi bisa mengalahkan atlet-atlet kelas dunia. Tapi, kita tidak boleh puas dan harus banyak belajar untuk memperbaiki segala sesuatu yang menghambat pencapaian prestasi maksimal," katanya.

Pada Olimpiade 2016 ini, Riau tampil di dua nomor yakni nomor beregu serta perorangan putra. Di nomor beregu, Riau Ega bersama Muhammad Hanif dan Hendra Purnama kalah dari Tim Amerika Serikat 2-6 di babak perempat final.Di sektor putri, Ika Yuliana Rochmawati kandas pada putaran pertama. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:DKI Jakarta, Non Olympic, Olympic, Badminton
wwwwww