Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
15 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
15 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
15 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
15 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
15 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
14 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Badminton

Netizen Sebut Wacana Pembangunan Flyover di Mandau Terkesan Dipaksakan, Berikut Kritikannya di Medsos

Netizen Sebut Wacana Pembangunan Flyover di Mandau Terkesan Dipaksakan, Berikut Kritikannya di Medsos
ilustrasi
Jum'at, 12 Agustus 2016 12:14 WIB
Penulis: Ira Widana
DURI - Wacana pembangunan flyover atau jembatan layang di Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau menuai banyak kritikan disejumlah Media Sosial (medsos) Facebook. Apalagi hal tersebut sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bengkalis.

Seperti yang dikutip GoRiau.com dalam akun facebook Reza Alfian yang membagikan tautan berita GoRiau.com terbit Jumat (5/8/2016) lalu kepada sejumlah teman-temannya.

Seperti tanggapan Dora Yandra, Jalan Sudirman Mandau macetnya dibulan Ramadhan dan Tahun baru. Alangkah lebih bagus Pemerintah Kabupaten Bengkalis mengalokasikan dananya untuk meningkatkan UKM dan serta membantu pemasarannya. Roda perekonomian di Mandau saat ini melemah akibat minimnya lapangan kerja. Mubazir saja untuk membangun flyover tersebut.

Selanjutnya, kritikan lagi disampaikan Muhammad Darussalam. Menurutnya, pengembangan infrastrukur di lingkungan pedesaan yang mestinya harus diselesaikan terlebih dahulu dan itu yang layak menjadi skala prioritas.

Hari ini dan 5 Tahun kedepan, Mandau masih memerlukan peningkatan infrastrukur pedesaan sehingga akses masyarakat bisa terbuka luas untuk menunjang kemaknuran ekonomi masyarakat kecil.

Jika Flyover yang harus digesa hanya fokus pada penataan wilayah perkotaan dan secara manfaat untuk daerah, hal tersebut tidak begitu besar terhadap sumbangan PAD.

Kemacetan yang terjadi diwilayah pasar yang berhadapan langsung dengan Jalan Lintas, harusnya diselesaikan dulu titik permasalahannya. Menurutnya pembangunan flyover masih belum maksimal untuk dibangun di Duri, karena belum menyentuh masyarakat kecil.

Masih kritikan yang sama juga dilontarkan Alfans Al Aziz. Dia menilai menilai persoalan kemacetan di Jalan Sudirman Duri masih bisa diatasi tanpa harus membangun flyover, diantaranya, pertama menertibkan pedagang yang menggunakan badan dan bahu jalan untuk berjualan dengan menyediakan pasar pengganti bagi pedagang-pedagang tersebut.

Kedua, segera menyelesaikan Jalan Lingkar Timur dan Lingkar Barat sehingga bisa segera membuat larangan truk dan mobil bermuatan berat lainnya melintasi Jalan Kota.

Ketiga memperbaiki, memperbesar dan membuat Jalan baru di sekitar Jalan Sudirman dan Hangtuah. "Saya pikir dengan 3 langkah ini mampu menyelesaikan kemacetan di Jalan Sudirman,"katanya sembari menyarankan pihak terkait untuk mengkaji ulang wacana pembanguna flyover tersebut.***

Kategori:PON, Badminton
wwwwww