Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
12 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
14 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
3
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
8 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
4
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
20 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
5
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
10 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
6
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
7 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Home  /  Berita  /  Beladiri

Kapolda Riau Musnahkan 73 Pucuk Senjata Api Rakitan Milik Suku Pedalaman Inhu

Kapolda Riau Musnahkan 73 Pucuk Senjata Api Rakitan Milik Suku Pedalaman Inhu
Proses pemusnahan senjata api rakitan oleh Kapolda Riau, Brigjen Pol Supriyanto
Minggu, 14 Agustus 2016 13:23 WIB
Penulis: Jefri Hadi
PEKANBARU - Kapolda Riau Brigjen Supriyanto turun langsung ke Kabupaten Inhu, Riau untuk menerima penyerahan 73 pucuk senjata api rakitan jenis gobok milik masyarakat di dua kecamatan, yakni Batang Cenaku dan Batang Gansal, Sabtu (13/8/2016).

Brigjen Supriyanto juga langsung memimpin secara simbolis pemusnahan senjata api rakitan itu, di mana 65 pucuk Gobok itu didapat dari warga Batang Cinaku dan sisanya diperoleh dari warga Batang Gansal. Pemusnahan dilakukan di halaman Mapolsek Batang Cenaku.

Senjata api itu mayoritas milik suku anak dalam. Mereka sehari-hari menggunakannya untuk berburu. Kapolda mengatakan kalau pengumpulan senjata api rakitan itu bertujuan untuk merealisasikan arahan Kapolri, terkait pembinaan Kamtibmas.

"Ini upaya keras semua pihak, mulai dari Polri hingga sejumlah tokoh masyarakat Batang Cenaku, hingga akhirnya kita berhasil mengumpulkan 73 pucuk senpi rakitan. Pak Kapolsek (Batang Cenaku) berjanji jumlah senpi rakitan akan bisa bertambah," katanya.

Tujuan dimusnahkannya Gobok itu, lanjutnya, untuk menghindari penyalahgunaannya oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. Dan hal ini sudah diatur dengan ketentuan yang berlaku. "Jika tak dimusnahkan dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain," sebutnya.

Supriyanto juga mengimbau supaya masyarakat yang masih memiliki senpi rakitan ini agar segera menyerahkan ke pihak kepolisian. "Sesuai dengan UU Darurat Nomor 12 tahun 1951 Pasal (1) dikatakan bahwa pemegang senpi tanpa izin akan mendapatkan sanksi hukuman pidana selama 20 tahun hingga seumur hidup," tutupnya.

Senjata api ini dimusnahkan dengan cara dipotong dengan menggunakan alat pemotong, yang disebut Crosscut. ***

Kategori:Beladiri
wwwwww